Gerilyawan Shebab di Somalia Larang Internet
Kamis, 9 Januari 2014 11:18 WIB
Mogadishu, (Antara/AFP) - Gerilyawan dari Al-Qaida Shebab
Rabu melarang semua warga di daerah-daerah Somalia untuk menggunakan
Internet.
Mereka memberi semua perusahaan komunikasi ultimatum 15 hari kepada layanan web untuk menghentikan kegiatan mereka.
"Setiap perusahaan atau individu yang ditemukan mengabaikan seruan ini akan dianggap bisa bekerja sama dengan musuh dan mereka akan ditangani sesuai dengan Syariah, atau hukum Islam, kata satu pernyataan yang diposting di website pro-Shabaab menambahkan.
Para gerilyawan memberlakukan hukum yang ketat di zona-zona di bawah kendali mereka dan sering menangkap orang yang dicurigai sebagai "mata-mata".
Internet kini banyak digunakan di Somalia, yang dilanda perang saudara selama lebih dari dua dekade, dengan Shebab dianggap sebagai kendala terbesar untuk perdamaian.
Shebab pernah menguasai sebagian besar wilayah Somalia selatan dan tengah, tetapi kemudian mengundurkan diri dari posisi-posisi tetapnya di Mogadishu dua tahun lalu.
Pasukan Uni Afrika - termasuk kontingen besar dari Uganda, Kenya dan Burundi - telah merebut kembali serangkaian benteng pemberontak dan mencoba untuk menopang pasukan pemerintah yang masih muda di Somalia.
Tetapi serangkaian serangan Shebab yang menghancurkan beberapa target asing dan pemerintah telah menghancurkan harapan kelahiran kembali ibu kota yang dilanda perang dan juga menunjukkan bahwa gangguan gerilyawan makin berkurang. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018