
PBB: Kelompok Gerilyawan Shebab Somalia Punya Agenda Regional

Nairobi, (Antara/AFP) - Gerilyawan Shebab yang punya hubungan dengan Al Qaida memiliki "kemampuan dan niat" untuk memperluas serangan-serangan mereka di luar pengkalan-pangkalan mereka di Somalia, kata seorang wakil khusus PBB Sabtu, menyerukan kerja sama kawasan yang lebih luas untuk memerangi ancaman itu. Shebab "adalah satu organisasi yang memiliki satu agenda regional," kata Nick Kay, wakil khusus PBB di Somalia. "Para pemimpin penting organisasi itu berusaha mengejar sesuatu yang lebih besar tidak hanya satu agenda nasional Somalia. "Kelompok itu mmiliki kemampuan dan niat untu melakukan serangan-serangan di kawasan itu pada satu saat," katanya dan menambahkan niat ini "lebih kuat sekarang". Shebab baru-baru ini meningkatkan serangan-serangan terhadap negara-negara yang menyumbangkan tentaranya untuk pasukan Uni Afrika yang berkekuatan 22.000 personil dan didukung PBB itu. Pasukan itu digelar untuk menghadapi mereka (Shebab)di Somalia sejak tahun 2007. Kenya, tetangganya telah jadi fokus khusud dari aksi kekerasan Shebab, sebagian besar dengan serangan di pusat perbelanjaan Westgate di Nairobi September tahun lalu yang menewaskan setidaknya 67 orang. Kelompok itu juga bertangung jawab atas dua serangan sebelumnya bulan ini di satu daerah luas Kenya yang menewaskan sekitar 60 orang. Pada Kamis,para pria bersenjata anggota Shebab menyerang satu pangkalan militer Uni Afrika di Somaia dengan menggunakan seragam tentara yng mereka curi menewaskan setidaknya dua tentara dari Djibouti, kata Uni Afrika. Negara-negara kawasan itu dengan dukungan masyarakat internasional harus melakukan kerja sama,kata Kay Sabtu menyerukan berbagi informasi yang lebih luas dan pengawasan perbatasan yang lebih ketat. "Sangat-sangat penting bahwa Somalia stabil dan rakyat Somalia memiliki satu pemerintah yang bertanggung jawab kepada mereka dan bekerja benar-benar untuk kepentingan mereka," tambahnya. Somalia menurut renana akan memberlakukan satu konstitusi federal baru pada tahun 2015 dan menyelenggarakan pemilu tahun 2016, kendatipun situasi keamanan dapat menunda program itu. Diusir dari Mogadishu pertengahan tahun 2011, Shebab juga melepaskan pangkalan-pangkalan mereka di daerah-daerah perbatasan negara itu tetapi tetap menguasai daerah-daerah perbatasan negara itu di daerah pedalaman Somalia dari mana mereka melancarkan serangan-serangan gerilya terhadap institusi-institusi pemerintah dan pasukan internasional. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
