Utusan PBB Kutuk Serangan di DRC
Rabu, 1 Januari 2014 11:14 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Utusan senior PBB di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan yang dilakukan oleh pria bersenjata terhadap sejumlah lokasi strategis di negeri tersebut, kata juru bicara PBB, Selasa.
Martin Kobler, wakil khusus untuk Sekjen PBB, telah mencela serangan tersebut --yang dilancarkan pada Senin (30/12) terhadap markas Angkatan Bersenjata Kongo dan Perusahaan Televisi dan Radio Nasional, serta bandar udara internasional di Ibu Kota DRC, Kinshasa.
Bentrokan lain dilaporkan terjadi Kindu, Provinsi Maniema, dan Lubumbashi di Provinsi Katanga, sehingga menewaskan beberapa orang, termasuk tiga personel Angkatan Bersenjata Kongo, kata Misi Pemelihara Perdamaian PBB di DRC (MONUSCO).
Misi tersebut melaporkan sebanyak 100 orang diduga telah tewas dalam beberapa serangan, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. Misi itu menyatakan sedang berusaha mengabsahkan informasi tersebut, kata Juru Bicara PBB Martin Nesirky kepada wartawan dalam taklimat harian di Markas PBB, New York.
"Saat menyampaikan kembali keinginannya bagi diakhirinya serangan terhadap penduduk sipil, MONUSCO menyeru para pejabat Kongo agar segera menghentikan peristiwa yang patut disesalkan semacam itu sesuai dengan peraturan dan ketentuan undang-undang," kata Nesirky, yang membacakan siaran pers yang dikeluarkan oleh misi tersebut.
Misi itu juga telah menyeru Pemerintah DRC agar memberi keterangan mengenai serangan tersebut saat DRC menindak-lanjutinya melalui kerangka kerja hukum nasional, tambah Nesirky.
MONUSCO bertugas mendukung Pemerintah Kongo dan upaya mewujudkan perdamaian, termasuk membantu penyelenggaraan pemilihan umum, pemantauan pelanggaran hak asasi manusia dan dukungan bagi tindakan pemerintah terhadap kelompok bersenjata yang beroperasi di bagian timur negeri itu.
Pada Senin (30/12), pasukan keamanan DRC mematahkan satu gelombang serangan terkoordinasi di Kinshasa dan kota lain, dalam pertempuran seru yang menewaskan lebih dari 70 penyerang dan tiga prajurit, kata pemerintah.
Beberapa pemuda bersenjata yang diperkirakan sebagai pendukung seorang tokoh agama yang menjadi pesaing Presiden Joseph Kabila dalam pemilihan presiden tujuh tahun lalu menyerang stasiun televisi resmi, bandara internasional dan markas besar militer.
Seorang juru bicara pemerintah mengatakan lebih dari 70 penyerang tewas, 52 di antara mereka di Kinshasa, sementara tiga prajurit tewas dalam pertempuran di Kinshasa.
Juru Bicara Pemerintah Lambert Mende mengatakan melalui televisi pemerintah bahwa 39 orang ditangkap, termasuk dua orang yang cedera dan mendapat perawatan dokter sementara sembilan warga sipil juga cedera.
Menteri Pertahanan DRC Alexandre Luba Ntambo mengemukakan kepada wartawan situasi kini "telah dapat dikendalikan" dan penyelidikan sedang dilakukan.(*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018