Ban Usulkan Penambahan Pasukan PBB di Sudan Selatan
Selasa, 24 Desember 2013 6:56 WIB
Ban Ki-moon
PBB, (Antara/Reuters) - Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon hari Senin menyatakan akan merekomendasikan kepada Dewan Keamanan PBB penambahan pasukan penjaga perdamaian di Sudan Selatan untuk melindungi warga sipil dari kekerasan yang mendorong negara itu ke ambang perang saudara.
"Saya akan mengirim surat ke Dewan Keamanan yang berisi rekomendasi saya bagi peningkatan kapasitas perlindungan UNMISS (misi PBB) dengan pasukan tambahan, polisi dan aset logistik," kata Ban kepada wartawan.
Ia menyatakan, PBB sudah mendekati sejumlah negara untuk meminta mereka menyumbangkan pasukan dan aset.
Mantan Wakil Presiden Riek Machar, yang memimpin pemberontakan terhadap pemerintah Sudan Selatan, mengatakan kepada Reuters, Senin, ia siap melakukan dialog untuk mengakhiri konflik namun Presiden Salva Kiir harus terlebih dulu membebaskan sekutu-sekutu politiknya yang ditahan.
Machar mengatakan, ia berbicara Senin dengan menteri luar negeri Ethiopia, pemimpin tim penengah Afrika yang berusaha mengakhiri pertempuran lebih dari sepekan yang menewaskan ratusan orang dan membuat ribuan orang mengungsi.
PBB menempatkan sekitar 6.800 prajurit penjaga perdamaian dan hampir 700 polisi di Sudan Selatan.
Sudan Selatan memisahkan diri dari Sudan pada 2011 sesuai dengan perjanjian perdamaian 2005 yang mengakhiri perang saudara puluhan tahun antara utara dan selatan. Konflik panjang itu membuat negara baru tersebut sangat terbelakang dan ketempatan banyak senjata. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Skema kerjasama Indonesia-Jerman, Wako Fadly Amran usulkan proyek pelestarian lingkungan
12 January 2026 19:04 WIB
Pemkab Pasaman Barat usulkan pengangkatan PPPK paruh waktu ke Kemenpan RB
11 December 2025 19:55 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018