Batam, (Antara) - PT Pelayanan Listrik Nasional Batam memastikan tidak akan ada lagi pemadaman listrik bergilir karena pasokan bahan bakar gas dari sumber di Grissik, Sumatera Selatan, sudah berangsur normal hingga kegiatan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas PLN Batam juga kembali seperti biasa. "Saat ini pasokan gas ke pembangkit PLN Batam sudah berangsur normal sehingga tidak terjadi lagi pemadaman aliran listrik akibat pengurangan pasokan gas," kata Senior Manajer Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan PLN Batam Agus Subekti di Batam, Minggu. Dengan demikian, kata dia melanjutkan, informasi jadwal rencana pemadaman yang sudah diumumkan sebelumnya tidak dilakukan dan pasokan listrik kepada pelanggan tetap aman. "PLN berterimakasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu PLN Batam sehingga pasokan listrik tetap aman," kata dia. Sebelumnya, PLN sudah mengumumkan rencana pemadaman listrik bergulir di media massa agar warga Batam bisa menyesuaikan jadwal dan mengantisipasi ketiadaan aliran listrik. PLN menjadwalkan pemadaman listrik terjadi selama tiga jam setiap hari. Manajer Area Perusahaan Gas Negara Batam Sabaruddin mengatakan pengurangan pasokan gas diakibatkan pemeliharaan pipa di hulu. Pemeliharaan itu terjadwal dan sudah direncanakan sejak tahun lalu. Pemeliharaan dilakukan selama sepekan 21-28 Desember 2013. Namun, pengurangan pasokan terutama terjadi 21 dan 22 Desember. "Jika pada dua hari itu bagus, maka pasokan hari berikutnya berangsur normal," kata dia. PGN mengupayakan agar pasokan tidak nol saat pemeliharaan gas, dan hasilnya, pengurangan sekitar 50 persen. Pemerintah Kota Batam juga sempat mendesak PLN Batam menghindari pemadaman pada tanggal 21 hingga 28 Desember 2013 dengan melakukan berbagai persiapan mengantisipasi pengurangan pasokan gas dari Grissik Sumatera Selatan. "Jangan pemadaman, saya imbau PLN mengupayakan bagaimana jangan sampai ada pemadaman," kata Wali Kota. Agar tidak terjadi pemadaman bergilir, Wali Kota bahkan siap membantu memfasilitasi PLN Batam menyelesaikan masalah itu ke pusat. (*/jno)