Gorontalo, (Antara) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Gorontalo Utara, Reni Yasin Hiola mengatakan peringatan Hari Ibu tahun ini harus menjadi evaluasi program kemandirian perempuan yang dijalankan oleh organisasi tersebut. Doktor dibidang kesehatan ini di Gorontalo, Minggu mengaku PKK merupakan organisasi perempuan yang memiliki peran mengaktifkan kegiatan pemberdayaan yang bertujuan untuk menopang kesejahteraan dan peningkatan ekonomi keluarga. Olehnya, kegiatan Hari Ibu kali ini bukan sekedar perayaan seremonial semata, namun harus fokus pada evaluasi kegiatan PKK mulai dari dasawisma tingkat dusun sebagai garda terdepan. "Jangan sampai anggaran PKK yang bersumber dari APBD mubazir dan tidak menyentuh langsung kepentingan masyarakat khususnya kaum ibu yang memiliki motivasi tinggi dalam menopang ekonomi keluarga," ujarnya. Reni pun mengimbau, tidak ada lagi kekerasan yang dilakukan seorang ibu pada anaknya. "Ibu harus menjadi teladan bagi putra-putrinya untuk menjadi manusia yang berkualitas," Ujar dosen pengajar Ilmu Kesehatan Masyarakat ini. Ia berharap, melalui organisasi perempuan di daerah itu, peran kaum ibu yang sangat kompleks terhadap pembangunan dan pembentukan karakter anak terus terbangun alamiah dan berkelanjutan. TP-PKK pun diminta bersinergi dengan seluruh organisasi perempuan, untuk melahirkan banyak gagasan dalam peningkatan derajat hidup dan kesehatan masyarakat, menyukseskan program pemberdayaan perempuan dan melakukan gerakan anti kekerasan khususnya kepada anak. "Saya pun ingin kaum ibu di daerah ini terus belajar dan meningkatkan ilmu pengetahuan yang dimiliki, agar mampu mendidik putra-putrinya dengan kondisi keluarga dan lingkungan yang baik," kata ibu tiga orang putri. (*/jno)