Korut Ancam Serang Pulau Terdepan Korsel
Senin, 16 Desember 2013 19:36 WIB
Seoul, (Antara/AFP) - Ribuan selebaran propaganda Korea Utara berjatuhan pada Senin di pulau terdepan milik Korea Selatan, yang memperingatkan serangan atas serdadu di sana.
Satuan marinir Korea Selatan, yang berpangkalan di pulau Baengnyeong di Laut Kuning, mengumpulkan selebaran itu, yang dibawa melintasi perbatasan, kata kantor berita Korsel Yonhap.
Militer Korsel menolak memberikan kepastian tentang laporan tersebut.
Selebaran itu mengancam melakukan serangan dengan pemboman, dengan melukiskan pasukan marinir merupakan sasaran pertama, yang akan dibasmi.
Korea Utara juga memperingatkan dalam selebaran itu bahwa pasukannya selalu siap menyerang pulau tersebut kapan saja dan mengubahnya menjadi "kuburan besar," kata Yonhap.
Peringatan itu terjadi beberapa hari setelah Korut mengeksekusi Jang Song-Thaek, yang telah lama dikenal sebagai orang nomor dua tak resmi di negara itu dan wali politik pemimpin Kim Jong-Un, karena berbagai tuduhan termasuk berencana menggulingkan keponakannya dan korupsi.
Eksekusi itu merupakan pergolakan politik terbesar sejak Kim naik ke tampuk kekuasaan setelah kematian ayahnya dua tahun lalu.
Korsel dalam keadaan siaga setelah perkembangan terakhir di Korut dan dari kemungkinan ancaman Utara atas pulau itu dengan Presiden Park Geun-Hye memperingatkan kemungkinan provokasi oleh Pyongyang.
Perbatasan Laut Kuning kedua Korea merupakan kawasan yang rawan konflik karena beberapa kali terjadi bentrokan yang merenggut korban jiwa.
Pada 2010, satu kapal Angkatan Laut Korsel, the Cheonan, tenggelam dekat Baengnyeong. Sebanyak 46 pelaut Korsel meninggal.
Warga Korsel di pulau-pulau terdepan hidup dalam ketakutan dari kemungkinan serangan-serangan sejak serangan Utara atas satu pulau yang menewaskan empat orang pada penghujung 2010.
Pada 2004 kedua pihak sepakat menghentikan semua propaganda lintas perbatasan. Tetapi militer Selatan kembali menyebar selebaran-selebaran terapung yang anti-Pyongyang pada akhir 2010 sementara Utara memulai kembali latihan propagandanya pada 2012.
Para aktivis Korsel termasuk pembelot dari Utara secara berkala menyebarkan selebaran-selebaran anti_pyongyang melintasi perbatasan dengan balon, kendati Utara mengamcam akan menembakinya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah bersama warga Pariaman alihkan arus sungai ancam rumah pasca-bencana
09 February 2026 18:32 WIB
Pergantian Tahun, LDII Ingatkan Kemerosotan Moral Ancam Nilai-Nilai Kebangsaan
02 January 2025 18:02 WIB, 2025
Kompolnas: AKP Dadang sempat ancam tembak polisi jika halangi dirinya
25 November 2024 18:58 WIB, 2024
SPTI Pasaman Barat: Pembatasan muatan di 1.121 ruas jalan ancam perekonomian petani sawit
03 September 2024 9:52 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018