Gerilyawan PKK Culik Empat Prajurit Turki
Senin, 9 Desember 2013 7:20 WIB
Ankara, (Antara/Reuters) - Gerlyawan Partai Buruh Kurdistan (PKK) menculik empat prajurit Turki yang sedang berpatroli di provinsi wilayah tenggara, Diyarbakir, Minggu, demikian dilaporkan media Turki.
Belum jelas mengapa prajurit-prajurit itu diculik, namun ketegangan di kawasan itu tinggi sejak dua orang tewas Jumat selama bentrokan antara polisi dan pemrotes di kota berdekatan Yuksekova.
Media setempat mengatakan, ratusan orang berdemonstrasi menentang aksi perusakan yang dilakukan terhadap pemakaman anggota PKK. Polisi Turki menembakkan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan pemrotes.
Peristiwa itu terjadi setelah masa tenang beberapa bulan antara pihak berwenang Turki dan PKK, yang mengumumkan gencatan senjata pada Maret setelah negosiasi rahasia dengan badan intelijen.
Pemimpin PKK yang dipenjara, Abdullah Ocalan, mengatakan, insiden Jumat itu merupakan provokasi yang bertujuan mengganggu proses perdamaian dan ia meminta masyarakat tenang, kata anggota-anggota parlemen dari Partai Perdamaian dan Demokrasi (BDP) pro-Kurdi dalam sebuah pernyataan Sabtu.
Anggota-anggota parlemen itu mengunjungi Ocalan di penjara pulau Imrali dimana ditahan.
Ocalan yang menjadi buronan ditangkap di Kenya pada 15 Februari 1999 dalam operasi rahasia Turki setelah ia diasingkan dari Suriah, dimana ia berpangkalan selama satu dasawarsa untuk mengatur dari jauh Partai Buruh Kurdistan (PKK).
Vonis awal hukuman mati terhadap Ocalan diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup di sebuah penjara pulau di lepas pantai Istanbul sejak 2002.
Ocalan pada Maret mengumumkan gencatan senjata bersejarah dengan pemerintah Turki. Sebagai bagian dari gencatan senjata itu, PKK setuju menarik sekitar 2.000 gerilyawannya dari Turki ke pangkalan-pangkalan di Irak utara.
Sebagai imbalannya, mereka meminta hak-hak konstitusional lebih besar bagi penduduk Kurdi yang berjumlah 15 juta orang di Turki.
Namun, proses perdamaian itu diguncang oleh kematian seorang pemuda Kurdi selama protes anti-pemerintah di daerah tenggara yang berpenduduk Kurdi pada Juni.
Turki, Uni Eropa dan AS menganggap Partai Buruh Kurdistan (PKK) sebagai sebuah organisasi teroris.
Militer Turki melancarkan serangan-serangan udara dan operasi darat terbatas ke Irak utara sejak Agustus 2011 menyusul gelombang serangan gerilyawan PKK, setelah macetnya gencatan senjata sebelumnya.
PKK melancarkan serangan-serangan dari tempat persembunyian mereka di kawasan pegunungan terpencil Irak sebagai bagian dari perang mereka untuk memperoleh hak dan otonomi lebih besar bagi penduduk Kurdi.
Lebih dari 40.000 orang tewas sejak PKK mengangkat senjata pada 1984. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TP PKK Pusat salurkan 500 paket bantuan ke warga terdampak bencana di Agam
06 February 2026 17:16 WIB
Gubernur Sumbar bersama TP PKK, BKOW, DWP dan donatur buat 2,5 ton rendang untuk korban bencana Sumatera
23 December 2025 8:14 WIB
Bantu Korban Bencana, TP PKK Sumbar Inisiasi Program "Marandang untuk Sumatera"
15 December 2025 15:26 WIB
Mahasiswa Kehutanan UNRI PKK di BKSDA Sumatera Barat salurkan bantuan ke warga terdampak banjir bandang
03 December 2025 21:17 WIB
TP PKK Pasaman Barat salurkan 8,1 ton beras untuk warga terdampak banjir di Sasak
03 December 2025 9:07 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018