Puluhan Orang Protes Milisi Salafi di Libya Timur
Senin, 2 Desember 2013 8:28 WIB
Tripoli, (Antara/Xinhua-OANA) - Pemrotes Libya menggelar demonstrasi besar di Kota Derna, Libya Timur, Ahad sore (1/12), guna menentang kehadiran milisi Salafi, Anshar Ash-Sharia, kata beberapa sumber setempat kepada Xinhua.
Ratusan warga lokal menyerukan pengusiran kelompok bersenjata itu, dan sebagian membakar markas milisi tersebut.
Seorang warga setempat yan gtak bersedia menyebutkan jatidirinya memberitahu Xinhua, yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi, "Kami menyerukan pembangkangan sipil sampai militer dan polisi memberlakukan dan menghormati hukum kota."
Pada Jumat malam (29/11), satu bom meledak di markas organisasi masyarakat sipil di Derna.
Derna, 1.300 kilometer di sebelah timur Ibu Kota Libya, Tripoli, dan 300 kilometer di sebelah timur Benghazi, dipandang sebagai kubu gerakan yang berafiliasi pada Al Qaida itu di negara Afrika Utara tersebut.
Derna dan Benghazi menyaksikan gelombang kerusuhan mematikan yang melanda seluruh wilayah Cyrenaica di Libya Timur.
Milisi Salafi itu, yang melarikan diri dari Benghazi, diduga bersembunyi di Derna.
Masih pada Jumat, seorang prajurit dan polisi tewas ditembak dalam kekerasan lain yang ditujukan pada pasukan keamanan di Benghazi, kata seorang pejabat rumah sakit.
Pembunuhan itu terjadi sehari setelah tiga tentara tewas dalam bentrokan di sana dengan kelompok Ansar Ash-Sharia, dan tiga lagi cedera dalam serangan berikutnya.
Secara terpisah, seorang prajurit lagi tewas dalam penembakan dengan pelaku naik sepeda motor pada siang hari, saat ia meninggalkan kafe bersama kawannya --yang lolos tanpa cedera.
Perincian pembunuhan pada Jumat tidak jelas, dan sumber keamanan
hanya mengatakan kedua orang itu sedang bertugas ketika mereka ditembak dan menemui ajal.
Kamis (28/11) adalah hari terakhir pemogokan tiga hari untuk memprotes kehadiran milisi tersebut di Benghazi, yang merupakan tempat lahir aksi perlawanan 2011 --yang menggulingkan pemimpin lama Moamar Gaddafi.
Pemogokan tersebut dipicu oleh baku-tembak pada Senin (25/11) antara gerilyawan dan tentara sehingga menewaskan tujuh orang dan melukai 50 orang lagi.
Sejak Gaddafi digulingkan dan dibunuh, negara Afrika Utara itu telah dirongrong oleh masalah keamanan.
Libya juga menghadapi masalah baru keamanan ketika pada Jumat (29/11), sebanyak 40 tahanan melarikan diri dengan bantuan beberapa pria bersenjata di Kota Sabha di Libya Selatan, demikian laporan kantor berita resmi negeri itu, LANA, dengan mengutip sumber keamanan, Sabtu (30/11).
Semua tahanan tersebut melarikan diri saat fajar pada Jumat, setelah penjara itu diserang oleh beberapa pria tak dikenal yang bersenjata, kata laporan tersebut.
Direktur Penjara Nasr Shaaban mengatakan beberapa pria bersenjata melepaskan beberapa tembakan secara membabi-buta ke pintu gerbang penjara dan kemudian mencari tahanan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Solok buka pelatihan dasar CPNS Kota Solok tahun 2026 sebanyak 111 orang
05 February 2026 19:35 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018