Dahlan Ancam Likuidasi BUMN yang Terus Merugi
Selasa, 20 November 2012 17:14 WIB
Dahlan Iskan. (ANTARA)
Jakarta, (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengancam segera menutup perusahaan yang terus merugi dan sulit untuk memperbaiki kinerja.
"Tidak perduli, apakah Merpati (PT Merpati Nusantara Airlines) maupun PT Kertas Leces, kalau memang perusahaan tidak jalan (usaha tidak berkembang dan terus merugi--red) sebaiknya dibubarkan saja," kata Dahlan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.
Menurut Dahlan, langkah untuk melikuidasi perusahaan plat merah merupakan bagian dari program restrukturisasi usaha yang dilakukan Kementerian BUMN.
"Selain itu, kami juga sedang mengevaluasi untuk menutup anak-anak usaha milik BUMN yang dalam operasionalnya membebani induk usaha," ujarnya.
Dahlan menuturkan, langkah melikuidasi BUMN didasarkan pada beberapa faktor antara lain perusahaan yang bersangkutan tidak strategis, bidang usahanya sudah dijalankan swasta, membenani anggaran negara, dan tidak memiliki prospek bisnis di masa datang.
Terkait sejumlah BUMN yang mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN), Dahlan menuturkan juga akan meninjau kembali apakah layak untuk mendapatkan suntikan dana dari APBN atau tidak.
Merpati merupakan salah satu BUMN yang telah mendapatkan suntikan modal, sedangkan Leces sedang diupayakan untuk memperoleh PMN.
"Leces sudah dua tahun diusulkan untuk dapat PMN, namun apakah ada jaminan akan tetap hidup? Soalnya sudah sudah dapat tapi juga tidak jalan," tegas Dahlan.
Ditambahkannya, kalau satu BUMN sudah disuntik, tapi kinerja tidak membaik juga, perusahaan semacam ini yang akan dikubur.
Meski demikian, mantan Dirut PT PLN ini menuturkan ada juga sejumlah BUMN yang tidak memperoleh suntikan dana, namun mampu lolos dari likuidasi setelah mengalami pergantian direksi dan mampu mengelola perusahaan dengan baik.
Ia mencontohkan, BUMN tersebut yang sedang mengalami kebangkitan seperti PT Djakarta Lloyd, PT Dok Kodja Bahari, dan PT Indutri Kapal Indonesia (IKI).
"BUMN ini sekarang dipimpin oleh direktur utama yang bekerja keras, banyak akal, dan tidak aneh-aneh. BUMN ini tanpa PMN juga sudah mulai berkembang," ujarnya.
Dahlan juga berharap, kertas Leces yang dipimpin dirutnya sekarang akan mampu membalikkan keadaan dari saat ini pada posisi negatif.
"Saya yakin tanpa PMN, Leces di tangan dirut barunya (Budi Kusmarwoto) akan bisa hidup. Ini hanya persoalan manajemen," ujarnya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah bersama warga Pariaman alihkan arus sungai ancam rumah pasca-bencana
09 February 2026 18:32 WIB
Pergantian Tahun, LDII Ingatkan Kemerosotan Moral Ancam Nilai-Nilai Kebangsaan
02 January 2025 18:02 WIB, 2025
Kompolnas: AKP Dadang sempat ancam tembak polisi jika halangi dirinya
25 November 2024 18:58 WIB, 2024
SPTI Pasaman Barat: Pembatasan muatan di 1.121 ruas jalan ancam perekonomian petani sawit
03 September 2024 9:52 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018