Wanita Pembom Bunuh Diri Serang Politikus Pakistan
Selasa, 20 November 2012 7:21 WIB
Peshawar, Pakistan, (ANTARA/AFP) - Seorang wanita pembom bunuh diri menyerang seorang politikus Pakistan di dekat perbatasan dengan Afghanistan, Senin, melukai sedikitnya empat pekerja partai, kata beberapa pejabat.
Qazi Hussain Ahmad, mantan ketua partai politik garis keras terbesar Pakistan, Jamat-e-Islami, selamat tanpa cedera dalam serangan itu, yang berlangsung di daerah suku semi-otonomi Mohmand.
Pejabat pemerintah daerah Adil Siddique mengatakan kepada AFP, Ahmad sedang dalam perjalanan untuk berpidato pada pertemuan umum di daerah Haleemzai ketika wanita yang berjalan kaki itu meledakkan dirinya di sepanjang rute konvoinya.
Kendaraan Ahmad tidak rusak atau terkena ledakan itu, yang mencederai empat anggota lokal Jamat-e-Islami, kata Siddique.
Seorang pejabat lokal lain, Jamshed Khan, mengatakan, "Serpihan pakaian dan rambut yang ditemukan di lokasi kejadian membuat kami yakin bahwa penyerang adalah seorang wanita."
Mohmand adalah salah satu dari tujuh daerah di kawasan suku semi-otonomi Pakistan, dimana Taliban dan militan terkait Al Qaida memiliki pangkalan-pangkalan yang digunakan untuk merencanakan serangan di Afghanistan.
Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 5.200 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007.
Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS.
Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan.
Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al Qaida di kawasan suku baratlaut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan.
Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.
Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror.
Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militansi yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang ditujukan pada militan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan dan penduduk merasa bahwa itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan.
Pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan puluhan serangan di kawasan suku Pakistan sejak pasukan komando AS membunuh pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dalam operasi rahasia di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Di sepeda motor pembom bunuh diri Polrestabes Medan, polisi temukan peluru Kaliber 22
14 November 2019 13:44 WIB, 2019
Pembom bunuh diri Polrestabes Medan ternyata mahasiswa, berinisial RMN
13 November 2019 15:41 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018