Sydney, (Antara/AFP) - Francois Hollande pada tahun depan menjadi presiden pertama Prancis berkunjung ke Australia, kata pejabat pada Selasa, saat Paris mendorong peningkatan hubungan dengan Canberra. Kunjungan resmi itu akan berlangsung sekitar pertemuan puncak G-20, saat Australia menjadi tuan rumahnya, di Brisbane pada 15-16 November 2014, kata Jean-Pierre Bel, ketua Senat Prancis. "Presiden republik ini akan datang karena Australia memainkan peran penting di kancah internasional," kata Bel, yang bertemu dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Selasa. "Seorang presiden republik belum pernah mengunjungi Australia," katanya, dan menambahkan, "Saya benar-benar, benar-benar percaya waktunya telah datang untuk memperkuat hubungan dengan negara ini." Canberra mengambil alih ketua kelompok G-20 pada 1 Desember dan Bel mengatakan bahwa kelompok itu sedang memasuki "siklus baru hubungan-hubungan" dengan Australia, "sebuah benua, sebuah negara yang terlalu kecil dikenal di Prancis". Hubungan Paris-Canberra menderita semasa uji nuklir Prancis di Polinesia dan ditenggelamkannya oleh agen-agen Prancis atas kapal Greenpeace Rainbow Warrior di pelabuhan Auckland pada tahun 1985 seperti siap untuk memimpin protes di seluruh atol Mururoa. Namun mereka menandatangani kemitraan strategis pada Januari 2012 dan telah bekerja erat pada masalah-masalah Afghanistan, Suriah, Iran dan krisis besar lainnya dalam beberapa tahun terakhir. Bel menghadiri peringatan gencatan senjata 11 November di Canberra untuk menghormati 400.000 orang Australia -10 persen dari populasi negara itu- yang berjuang di era Perang Dunia Pertama dan 60.000 yang meninggal, 40.000 di antara mereka di Perancis. Australia dan Prancis telah membentuk sebuah komite bersama menjelang peringatan keseratus tahun Perang Besar tahun depan. (*/sun)