Jakarta, (Antara) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dianugerahi penghargaan tertinggi federasi organisasi insinyur se-ASEAN (ASEAN Federation of Enggineering Organizations/AFEO) yaitu "Honorary Patron Medal". Penghargaan tersebut disampaikan kepada Presiden saat menerima perwakilan delegasi peserta konferensi "ASEAN Federation of Enggineering Organization" (CAFEO) di Istana Negara, Senin. Honorary Patron Medal merupakan penghargaan tertinggi dan hanya diberikan kepada para kepala negara maupun pemerintahan. Presiden Yudhoyono merupakan pemimpin kedua, setelah sebelumnya Perdana menteri Kamboja Hun Sen. Ketua Umum AFEO Bobby Gafur Umar yang juga merupakan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), seusai acara mengatakan, Presiden Yudhoyno berhak menerima penghargaan tersebut, karena dinilai telah memajukan Indonesia menjadi negara terpandang dan masuk dalam G-20, serta mampu mengangkat ASEAN menjadi kawasan terpandang di dunia. "Dengan mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan membuka seluas-luasnya hubungan di dalam ASEAN ini," katanya. Selain itu, Presiden Yudhoyono juga dipandang sebagai pemimpin yang konsisten dalam mendorong inovasi teknologi dan ilmu pengetahuan selama pemerintahannya. Untuk itu, sepuluh institusi insinyur dari sepuluh negara ASEAN yang tergabung dalam AFEO sepakat untuk memilih Pressiden Yudhoyono yang berhak menerima dalam rapat tengah semester AFEO pada MEi 2013 di Yangon, Mynamar. "Dan organisasi insiyur sepuluh negara ASEAN itu sepakat untuk memberikan penghargaan," tuturnya. Sementara itu, saat diterima Presiden Yudhoyono, Bobby juga melaporkan perihal konferensi tahunan yang doselenggararakan AFEO (Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations/CAFEO) yang diselenggarakan di Jakarta pada 11 - 12 November 2013. Menurut Bobby yang memimpin delegasi AFEO bertemu Presiden tersebut, selain delegasi dari institusi insiyur di sepuluh negara ASEAN juga dihadiri oleh perwakilan negara sahabat lainnya, di antaranya, Skotlandia, Jepang, Uni Emirat Arab dan Korea Selatan. Setidaknya 800 orang menghadiri konferensi tersebut. (*/jno)