Moskow, (Antara/AFP) - Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Rusia dijadwalkan bertolak ke Kairo pada pekan depan guna membahas penjualan senjata dan hubungan politik dengan dua menteri Mesir, kata pejabat Rusia pada Jumat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pembicaraan 2+2 tersebut akan berlangsung pada Rabu dan Kamis serta untuk pertama kalinya melibatkan dua diplomat tinggi Rusia, Menlu Sergei Lavrov dan Menhan Sergei Shoigu. "Kunjungan dan pembicaraan dalam format tersebut akan dilakukan untuk pertama kalinya sejak sejarah hubungan persahabatan Rusia dan Mesir," kata juru bicara Alexander Lukashevich kepada wartawan. Rumor tentang Mesir yang akan berpaling ke Rusia untuk mendapat bantuan militer dalam rangka memenuhi kebutuhan keamanannya telah beredar di media sejak pekan lalu. Hal itu kemudian semakin intensif pada saat kunjungan Kerry ke Mesir, yang dianggap sebagai upaya untuk memperbaiki melemahnya hubungan dwipihak dan mencegah peluang transaksi militer dengan Rusia. Lukashevich mengatakan dialog keempat menteri itu akan berkisar soal kerja sama militer dan teknis --istilah yang sering digunakan Rusia untuk penjualan senjata-- serta hubungan politik dan ekonomi. "Kami secara tulus sangat tertarik melihat MesirĂ‚Â¿ maju terus dalam menghadapi perubahan politik dan sosial yang berguna bagi rakyatnya," kata Lukashevich. Rusia memiliki hubungan yang rumit dengan Rusia tetapi kadang cukup erat dengan negara itu, ditambah dengan fakta bahwa pemerintahan era-Soviet yang mendukung penuh rezim mantan presiden Hosni Mubarak. Moskow juga jarang menyuarakan sikapnya terkait penggulingan presiden Mohammed Mousi yang didukung kelompok Islam Mesir pada Juli tahun ini. Tetapi Perdana Menteri Mesir, Hazem El-Beblawi, sebelumnya mengatakan Kairo mungkin saja mencari pasokan senjata dari Moskow seiring bantuan militer yang tertunda dari Washington akibat aksi kekerasan yang dilakukan pemerintah sementara Mesir terhadap para pendukung Morsi dalam aksi protes. Mesir baru saja mendapat kunjungan singkat dari Menlu AS John Kerry pada Senin dan dalam kunjungannya Kerry menegaskan kembali dukungan AS terhadap pemerintah sementara Mesir. Obama mengumumkan pada 9 Oktober bahwa AS telah memutuskan untuk menunda pengiriman sistem militer berskala besar dan bantuan tunai tahunannya kepada Mesir. Menurut pejabat AS, bantuan yang ditangguhkan tersebut meliputi pengiriman empat jet tempur F-16, 10 helikopter Apache, tank M1A1 dan rudal anti-kapal Harpoon. (*/WIJ)