Sudan-Mesir-Ethiopia Kembali Bahas Bendungan di Sungai Nil
Selasa, 5 November 2013 19:05 WIB
Khartoum, (Antara/Xinhua-OANA) - Sudan, Mesir dan Ethiopia berencana mengadakan pertemuan tingkat menteri guna membahas masalah bendungan kontroversial di Sungai Nil pada Desember, demikian satu kesepakatan yang dicapai pada Senin (4/11).
Menteri Sumber Daya Air dan Irigasi dari ketiga negara itu akan bertemu di Ibu Kota Sudan, Khartoum, pada 8 Desember, untuk mencapai konsensus mengenai pembangunan Bendungan Besar Renaissance Ethiopia.
Menteri Sumber Daya Air dan Listrik Sudan Osama Abdallah membacakan komunike akhir yang singkat dari pertemuan pada Senin. Komunike tersebut mengatakan, "Pembahasan diwarnai oleh suasana persaudaran dan terbuka. Pembahasan meliputi cara terbaik untuk menerapkan semua saran yang ada."
"Para menteri sepakat untuk menyelenggarakan babak kedua pembahasan di Khartoum pada 8 Desember," kata Abdallah, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.
Pertemuan pada Senin, yang dihadiri oleh menteri sumber daya air dari negara Lembah Nil timur --Sudan, Mesir dan Ethiopia, diselenggarakan di Khartoum untuk mengaktifkan kembali dan menindak-lanjuti pelaksanaan saran Panel-Ahli Internasional (IPOE).
Panel itu telah diberi tugas menilai dampak bendungan Ethiopia tersebut atas Sudan dan Mesir.
IPOE mengakhiri tugasnya pada Mei dan mengajukan laporannya kepada ketiga negara itu. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mesir melangkah ke semifinal Piala Afrika 2025 setelah tumbangkan Pantai Gading 3-2
11 January 2026 6:29 WIB
Lima pelajar asal Pariaman lanjutkan pendidikan tinggi ke Mesir dan Arab Saudi
12 September 2025 16:54 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018