Opera Batak Tampil di Koln
Minggu, 3 November 2013 17:48 WIB
Jakarta, (Antara) - Opera Batak yang dimainkan oleh tim Pusat Latihan Opera Batak dengan judul "Perempuan di Tepi Danau" tampil dan memukau ratusan penonton di Museum Etnologis di Kota Koln, Jerman, Sabtu (2/11).
"Judul itu adalah suatu legenda berumur ratusan tahun di tengah masyarakat Danau Toba yang mengisahkan tentang asal muasal Danau Toba dan Pulau Samosir," kata Konsul Jenderal RI di Franfkurt Damos Agusman melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, dengan kreasi Lena Simanjuntak yang menyutradarinya, cerita ini juga dikemas dalam bahasa Jerman sehingga pesan-pesan moral di dalam pertunjukan ini yang sarat dengan tema perlindungan lingkungan Danau Toba berhasil menyentuh hati para penonton Jerman.
Konsul Jenderal RI di Franfkurt turut aktif memprakarsai acara itu menyatakan bahwa kebudayaan tradisional Indonesia merupakan aset bangsa yang memiliki nilai jual yang tinggi di tengah masyarakat Jerman.
"Kita sengaja menggelar opera Batak di Museum Etnologis Koln yang sangat terkenal di Jerman ini untuk menarik perhatian masyarakat pencinta etnologis dan merangsang mereka untuk berkunjung ke Indonesia serta melihat langsung kekayaan etnis Indonesia" katanya.
Pertunjukan opera itu merupakan salah satu dari rangkaian acara besar "Batak Tag" (Hari Batak) yang diselenggarakan oleh persahabatan Jerman-Indonesia Koln (Deutsch-Indonesische Gessellschaft/DIG) dengan dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan KJRI Frankfurt.
Ketua DIG, Karl Mertes, menyatakan bahwa selain pertunjukan Opera, hari Batak ini juga diisi oleh ceramah dan seminar oleh para pakar dari Jerman yang secara khusus mendalami kebudayaan Batak, serta penjualan produk-produk budaya Batak oleh masyarakat Batak yang berdiam di Jerman.
Tampak salah satu penceramah adalah Profesor Bernhard Dahm, Guru Besar Universitas Passau Jerman, yang pernah menulis buku tentang Soekarno pada tahun 1970.
Batak Tag ini juga merupakan upaya komunitas Batak di Jerman dan sekitarnya untuk membantu mengkampanyekan agar danau Toba diterima sebagai geopark internasional, tari Tortor diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO, memperkaya hubungan diplomatik Jerman dan Indonesia, peningkatan hubungan antar budaya, serta memperkokoh soliditas Batak Diaspora di Jerman dan sekitarnya.
Kegiatan Batak Tag ini sempat mengejutkan para pengunjung yang memadati museum karena diawali dengan semaraknya tarian tor tor oleh barisan masyarakat Indonesia di Jerman dengan pakaian tradisional Batak yang dikenakan tidak hanya oleh orang-orang Batak, tetapi oleh orang-orang Jerman pencinta Batak yang tergabung dalam komunitas Batak Diaspora. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Festival permainan tradisional edukasi pelajar Sawahlunto hadapi kecanduan gadget
02 September 2025 16:03 WIB
Festival Budaya Batak 2024 Resmi Ditutup, Perbedaan Etnis Dipersatukan Lewat Seni dan Budaya
14 October 2024 18:36 WIB, 2024
BPNB Aceh tampilkan Opera Batak pada pertunjukan Warna Danau di Padang
21 November 2021 13:23 WIB, 2021
Raja Belanda dihadiahi ulos Batak di acara bertajuk "Indonesia dan Belanda: Masa Depan Bersama"
19 February 2020 12:55 WIB, 2020
Jokowi beli jaket tenun ulos Batak jenis Sibolang Rasta seharga Rp2,5 juta
30 July 2019 12:14 WIB, 2019
Dukung pariwisata Danau Toba, ASDP operasikan kapal feri KMP Ihan Batak
28 December 2018 8:25 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018