Brahimi Adakan Perundingan dengan Presiden Suriah
Kamis, 31 Oktober 2013 6:44 WIB
Damaskus, (Antara/AFP) - Utusan perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa-Liga Arab, Lakhdar Brahimi, pada Rabu melakukan pertemuan dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus.
Pertemuan itu berlangsung pada hari ketiga kunjungan yang dilakukannya dengan tujuan untuk membawa pihak-pihak yang bertikai di Suriah maju ke meja perundingan.
Sudah lebih dari 115.000 orang yang tewas dalam pemberontakan bersenjata selama 31 bulan terakhir ini terhadap pemerintahan Assad --yang dipicu oleh serangan berdarah terhadap para pengunjuk rasa yang diilhami oleh demokrasi 'Arab Spring'.
Brahimi telah mengunjungi berbagai wilayah di Timur Tengah untuk membangun dukungan bagi terselenggaranya perundingan perdamaian Jenewa.
Kehadirannya di Suriah merupakan misi yang paling sensitif karena ia harus membujuk pihak rezim dan oposisi yang makin terpecah untuk menghadiri perundingan tersebut.
Seorang sumber diplomatik mengatakan kepada AFP bahwa Assad akan melakukan pembicaraan dengan Assad pada pagi hari, dan para wartawan mngatakan ia terlihat meninggalkan hotelnya di Damaskus bersama Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Meqdad dalam rangkaian kendaraan PBB.
Pada malam hari sebelum pertemuan pertamanya dengan Assad sejak Desember, Damaskus mengatakan hanya rakyat Suriahlah yang bisa memilih masa depannya, menolak tuntutan-tuntutan Barat dan Arab agar presiden Suriah itu mundur dari jabatannya.
"Suriah akan hadir pada Jenewa II berdasarkan hak ekslusif rakyat Suriah untuk memilih masa depan politiknya, untuk memilih para pemimpinnya dan menolak segala bentuk campur tangan luar," kata Menteri Luar Negeri Walid Muallem kepada Brahimi.
Ia juga mengatakan semua pernyataan menyangkut masa depan negara tersebut, terutama "yang dari London", merupakan "pelanggaran terhadap hak-hak rakyat Suriah" dan "syarat-syarat yang ditentukan bagi perundingan, bahkan ketika perundingan belum dimulai".
Hal itu terkait dengan pertemuan pada 22 Oktober lalu, di mana musuh-musuh Assad maupun negara-negara yang mendukung musuh --termasuk Amerika Serikat-- menyatakan bahwa Assad tidak memiliki peranan untuk dimainkan di Suriah.
Brahimi bersikeras bahwa perundingan Jenewa akan dilangsungkan "antar partai-partai Suriah" dan bahwa hanya rakyat Suriah yang akan menentukan masa depan mereka, demikian dilaporkan kantor berita resmi SANA.
Utusan berkebangsaan Aljazair itu menambahkan bahwa ada kesepakatan tentang "pentingnya penghentian kekerasan, terorisme serta penghormatan terhadap kedaulatan Suriah," kata SANA.
Oposisi utama Koalisi Nasional telah mengatakan pihaknya akan menolak menghadiri pembicaraan apapun kecuali Assad mengundurkan diri sementara beberapa kelompok pemberontak telah memperingatkan bahwa siapapun yang hadir pada perundingan itu akan dianggap sebagai penghianat.
Dalam wawancara yang disiarkan awal bulan ini, Assad sendiri menunjukkan keraguan terhadap kemungkinan terselenggaranya perundingan, dengan mengatakan bahwa ia tidak akan melakukan negosiasi dengan kelompok manapun yang memiliki kaitan dengan para pemberontak ataupun negara-negara asing. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa KKN reguler Unand I adakan sosialisasi teknologi pertanian tanaman aren di SMPN 1 Palambayan Agam
02 February 2026 14:39 WIB
Pulihkan psikologis anak terdampak banjir, Semen Padang adakan trauma healing di Salareh Aia
05 December 2025 5:39 WIB
Percepat penyelesaian persoalan tanah dan ruang, Menteri Nusron adakan rakor dengan kepala daerah se-Sulsel
13 November 2025 18:11 WIB
Selama November, Pemkab Pasaman Barat telah adakan lima kali gerakan pangan murah upaya bantu masyarakat
13 November 2025 9:10 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018