Logo Header Antaranews Sumbar

Mahasiswa KKN reguler Unand I adakan sosialisasi teknologi pertanian tanaman aren di SMPN 1 Palambayan Agam

Senin, 2 Februari 2026 14:39 WIB
Image Print
Mahasiswa KKN Reguler I Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat melakukan sosialisasi teknologi pertanian tanaman aren di SMPN 1 Palembayan, Kabupaten Agam, Jumat (30/1/2026). ANTARA/HO-mahasiswa KKN Unand.

Simpang Empat (ANTARA) - Mahasiswa KKN Reguler I Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat melakukan sosialisasi teknologi pertanian tanaman aren di SMPN 1 Palembayan, Kabupaten Agam.

Menurut perwakilan mahasiswa Unand Abdillah Fathah Gunawan, didampingi Noval Raizan dan Tarissa Amanda Ferisca di Pelembayan Senin, mengatakan sosialisasi itu merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada kualitas air, mutu dan peluang produk yang dapat dihasilkan dari tanaman aren.

"Kegiatan itu kita asalan 30 Januari 2025 sebagai agenda KKN yang kita adakan," katanya.

Abdillah mengatakan sosialisasi itu dilatar belakangi oleh besarnya potensi penanaman tanaman aren di Nagari Ampek Koto Palembayan, Agam.

Untuk itu, katanya,sejak usia remaja, perlu diadakan sosialisasi terkait tanaman aren agar tanaman aren di daerah ini mempunyai nilai jual yang tinggi dan bisa memaksimalkan keunggulan dari tanaman tersebut.

Dia menyebutkan sosialisasi itu dimulai dari pengenalan terkait tanaman aren. Selanjutnya, siswa juga diberitahu terkait pentingnya kualitas air pada tanaman aren.

Umumnya, pH air yang aman untuk tanaman aren adalah kisaran 5,5 – 7. Jika diluar rentang normal, akan terjadi gejala bagi tanaman aren tersebut.

Setelah itu, siswa juga diberitahu terkait mutu yang dihasilkan oleh tanaman aren bedasarkan kualitas air yang ada di lingkungan tanaman aren tersebut. Terakhir, siswa diberitahu terkait peluang produk pangan dan non-pangan dari tanaman aren, peluang produk bisa dihasilkan dari daun, batang, nira, bahkan akar dari tanaman tersebut.

Dia menjelaskan tanaman aren memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan karena hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomi.

Produk olahan aren seperti gula aren, gula semut, nira segar, kolang-kaling, hingga produk non-pangan seperti serat ijuk dan bahan kerajinan memiliki nilai jual yang relatif tinggi serta permintaan pasar yang stabil.

Selain itu, tanaman aren dikenal sebagai tanaman yang tahan terhadap kondisi lingkungan dan memiliki biaya perawatan yang relatif rendah, sehingga sangat menguntungkan bagi masyarakat pedesaan.

Produk hasil aren dapat dipasarkan mulai dari tingkat lokal seperti pasar tradisional dan UMKM, hingga ke pasar regional dan nasional melalui koperasi, industri pengolahan pangan, serta platform pemasaran digital.

Dengan pengelolaan yang baik dan didukung kualitas pengairan yang sesuai, tanaman aren berpotensi menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Nagari Ampek Koto Palembayan nantinya.

Melalui kegiatan ini, tambahnya, mahasiswa KKN menunjukkan peran aktif dalam membuka wawasan siswa terkait sesuatu hal di bidang teknologi pertanian.

Dia mengharapkan para siswa sejak dini dapat mengetahui bahwasannya produk yang dihasilkan dari tanaman aren ini mempunyai nilai jual yang tinggi dengan biaya yang seminim mungkin.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026