Tunisia Mulai Operasi Memburu Kelompok Garis Keras
Rabu, 30 Oktober 2013 6:17 WIB
Tunis, (Antara/AFP) - Tentara nasional Tunisia memulai operasi "besar" untuk memburu anggota kelompok garis keras di pusat wilayah Sidi Bouzid pada Selasa, Kementerian Pertahanan negara tersebut menyatakan.
Operasi tersebut dilakukan setelah kelompok militan membunuh enam petugas kepolisian di Sidi Bouzid pada pekan lalu.
"Operasi militer besar telah dimulai pada Selasa di perbukitan Sidi Ali Ben Aoun (sebuah kecamatan di wilayah Sidi Bouzid)," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Taoufik Rahmouni sebagaimana dikutip dari Kantor Berita TAP.
Rahmaouni mengatakan bahwa pihak militer mengerahkan sejumlah tank dan helikopter untuk mendukung operasi yang ditujukan untuk memburu "para teroris".
Sidi Ali Ben Aoun dinilai sebagai benteng pertahanan dukungan terhadap Salafisme, aliran ultrakonservatif Islam Sunni. Tokoh kunci di lingkaran Salafi, Khatib Idrissi, tinggal di wilayah tersebut.
Para Rabu pekan lalu, kelompok militan menewaskan enam petugas kepolisian. Setelah itu, Kementerian Dalam Negeri memberi keterangan bahwa pasukan keamanan telah menangkap delapan orang yang diduga turut ambil bagian dalam peristiwa tersebut.
Unit garda nasional juga membunuh sekelompok jihadis asal Aljazair dan menyita sejumlah bahan peledak serta persenjataan yang dimiliki kedelapan orang tersebut, kata Kementerian Dalam Negeri.
Sejak peristiwa kebangkitan masyarakat sipil yang berhasil menggulingkan rezim Zine Al Abidine Bin Ali pada 2011 lalu, Tunisia berulang kali dilanda tindak kekerasan yang didalangi oleh kelompok garis keras.
Pada Oktober ini, sembilan angota pasukan keamanan terbunuh dalam pertempuran dengan sejumlah orang yang disebut oleh pemerintah sebagai kelompok "teroris." (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018