Partai Republik Desak Obama Perbaiki Hubungan dengan Arab Saudi
Senin, 28 Oktober 2013 16:37 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Sejumlah wakil rakyat dari Partai Republik pada Minggu mendesak Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperbaiki hubungan dengan Arab Saudi.
Sebelumnya, kerajaan di jazirah Arab itu, yang merupakan sekutu lama Washington, mengecam kebijakan Amerika Serikat terhadap Suriah dan Iran.
Kepala Komisi Intelejen Majelis Rendah Amerika Serikat Mike Rogers mengatakan perselisihan dengan Riyadh telah dimulai sejak dua tahun lalu. Dia secara khusus menyebut keputusan membiarkan konflik di Suriah pada 2011 dan "tindakan terburu-buru" berunding dengan Iran mengenai program nuklir pada beberapa bulan terakhir.
"Dua hal itu adalah persoalan yang penting bagi Arab Saudi, Qatar, Yordania dan sejumlah negara Liga Arab lainnya. Mereka telah mempercayakan kepada Amerika Serikat untuk melindungi mereka di dunia yang semakin berbahaya," kata Rogers kepada stasiun televisi CNN.
Harian "Wall Street Journal" melaporkan pada pekan lalu bahwa kepala badan intelejen Arab Saudi Pangeran Bandar bin Sultan al-Saud mengatakan akan memutus kerja sama dengan CIA untuk melatih gerilyawan Suriah.
Riyadh juga menolak kursi keanggotaan sementara Dewan Keamanan PBB sebagai bentuk protes atas kegagalan badan tersebut dalam mengelola krisis Suriah.
Pangeran Bandar mengatakan bahwa penolakan tersebut merupakan sebuah "pesan bagi Amerika Serikat, bukan PBB."
Secara terpisah, senator dari Partai Republik John McCain dan Lindsey Graham mengecam kepemimpinan Obama di Timur Tengah. Mereka mengatakan bahwa Obama telah "gagal" mempertahankan kepentigan Amerika Serikat di wilayah yang sedang bermasalah tersebut.
"Amerika Serikat sedang mengalami kegagalan kebijakan yang serius dan kehilangan kredibilitas di Timur Tengah," kata mereka dalam sebuah tulisan opini di harian The Washington Post.
Dalam persoalan di Suriah, dua senator tersebut mengatakan bahwa mereka tidak melihat adanya indikasi bahwa Obama akan menepati komitmennya untuk membantu oposisi, mengakhiri kekuasaan rezim, dan mengurangi kemampuan militer Presiden Bashar al Assad.
"Sebagai akibatnya, upaya untuk mengakhiri konflik melalui perundingan di Jenewa pada bulan depan sangat kecil kemungkinannya untuk berakhir sukses," kata McCain dan Graham.
Dua politisi tersebut juga mendesak Obama untuk berhati-hati dalam persoalan Iran karena akan berdampak terhadap hubungan Amerika Serikat dengan Arab Saudi.
"Kita harus siap untuk menunda implementasi sanksi-sanksi baru jika Iran juga menghentikan sementara aktivitas pengayaan uranium," kata McCain dan Graham. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peringatan Ke-77 Hari Bela Negara Ke, Presiden Prabowo sebut Bukittinggi penyelamat Republik Indonesia
19 December 2025 11:22 WIB
Bupati Hendrajoni hadiri Hari Kesehatan Nasional Ke-61 di Pesisir Selatan
19 November 2025 15:56 WIB
Wako Fadly Amran hadiri kuliah umum Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan
30 September 2025 18:22 WIB
Wawako Maigus Nasir dampingi Wamen Pekerjaan Umum tinjau proyek normalisasi Sungai Batang Kandis
29 September 2025 10:48 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018