Otoritas Bandara Razia Zamzam dari Koper Jamaah
Senin, 21 Oktober 2013 21:41 WIB
Makkah, (Antara) - Jemaah haji Indonesia harus merelakan koper mereka dibuka di Bandara Internasioal King Abdul Aziz Jeddah karena diduga membawa air zamzam.
Razia air zamzam itu dilakukan tehadap jemaah asal Solo kelompok terbang SOC 3 yang dijadwalkan terbang ke Tanah Air, Senin pagi pukul 07.13 waktu setempat.
Meski demikian, Kepala Seksi Pengamanan Daerah Kerja Jeddah Abdullah Suwarno, Senin, mengatakan bahwa razia itu tidak hanya dilakukan pada kloter SOC 3 saja.
"Semua diperiksa, tidak SOC 3 saja. Kloter lain pun demikian, tidak ada pengecualian dan tidak ada negosiasi," ujar Abdullah.
Abdullah juga menegaskan bahwa yang terjadi bukan pembongkaran, melainkan pemeriksaan untuk mengeluarkan air zamzam karena tidak sesuai dengan ketentuan penerbangan.
Sebelumnya, Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat telah mengingatkan kepada jemaah agar memperhatikan tiga hal sebelum pulang ke Tanah Air.
Ketika hal tersebut adalah, memastikan kelengkapan dokumen seperti paspor dan boarding pass, tidak membawa air zamzam baik di bagasi maupun kabin pesawat dan kelengkapan ibadah.
Arsyad meminta jemaah tidak memaksakan diri membawa air zamzam dan "menyembunyikannya" dalam koper karena dikhawatirkan akan memperlambat pemberangkatan.
Pada Senin, sebanyak 11 kloter jemaah haji Indonesia dipulangkan ke Tanah Air yakni JKS 2, SUB 2, JKS 3, SUB 3, LOP 1, JKG 2, SOC 3, PDG 2, UPG 2, BTH 2, dan BPN 2.
Sementara itu, hingga pukul 15.47 waktu setempat jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi sebanyak 133 orang, sedangkan yang masing menjalani rawat inap 1.238 jemaah. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Angin kencang bikin tiga penerbangan ke Bandara Juanda dialihkan ke Semarang
08 January 2026 18:36 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018