"Sendawa" Sapi Bisa Dimannfaatkan sebagai Gas Alam
Senin, 21 Oktober 2013 9:19 WIB
Buenos Aires, (Antara/Reuters) - Ilmuwan di Argentina menemukan cara untuk mengubah gas dari pencernaan sapi sebagai bahan bakar alam, suatu temuan baru yang dapat mengurangi gas rumah kaca --yang dituding sebagai penyebab panas bumi.
Dalam tahap percobaan yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Pertanian Nasional Argentina (INTA), teknologinya menggunakan katup dan pompa untuk menghubungkan gas yang dihasilkan dari pencernaan di perut sapi dengan pipa untuk ditampung pada suatu tanki.
Gas itu -- yang biasanya dikenal sebagai "sendawa" atau "letupan" dalam bahasa Spanyol -- kemudian diproses untuk memisahkan metana dari gas-gas lain seperti karbon dioksida.
Metana adalah bahan gas alami yang bisa digunakan sebagai bahan bakar berbagai macam dari mobil hingga pembangkit listrik.
"Sekali kita bisa memampatkannya, sama dengan mendapat gas alam," kata Guillermo Berra, kepala fisiologi hewan pada INTA.
"Sebagai suatu sumber energi saat ini belum praktis, tetapi jika kita melihat ke depan pada 2050, ketika cadangan bahan bakar fosil bermasalah, ini bisa menjadi pilihan," katanya kepada Reuters.
Setiap ekor sapi bisa menghasilkan antara 250 dan 300 liter metana murni per hari, cukup untuk menghidupkan satu kulkas selama 24 jam.
Argentina adalah salah satu negara pengekspor daging sapi terkemuka di dunia dengan jumlah 51 juta ternak sapi.
Emisi gas dari hewan-hewan itu mencapai 30 persen dari emisi gas rumah kaca negeri itu secara keseluruhan, menurut INTA, dengan pengaruh metana mencapai 23 kali lipat dibandingkan karbon dioksida dalam pemanasan bumi.
"Ini juga merupakan cara untuk meredakannya," kata Berra. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018