AS Desak DR Kongo dan Pemberontak Capai Perdamaian
Jumat, 18 Oktober 2013 8:12 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat Kamis mengimbau
Republik Demokratik Kongo dan para pemberontak oposisi untuk mengakhiri beberapa bulan perundingan yang berlangsung alot dan menyimpulkan kesepakatan damai.
Pembicaraan di ibu kota Uganda, Kampala, dimulai pada 10 September, namun belum membuat kemajuan nyata.
Utusan khusus AS untuk Great Lakes Russ Feingold dan utusan khusus PBB Mary Robinson keduanya di wilayah yang sama berharap untuk mendorong perundingan bersama-sama.
"Sekarang adalah waktu bagi kedua belah pihak untuk menunjukkan komitmen mereka guna mewujudkan resolusi damai," kata juru bicara Departemen Luar Jen Psaki kepada wartawan di Washington.
"Para utusan hari ini bertemu dengan delegasi perundingan untuk menyerukan para pihak untuk menyelesaikan kesepakatan dan segera menyimpulkan pembicaraan.
"Ini telah berlangsung selama 10 bulan. Mereka penting untuk bergerak maju di negeri ini, dan ... pesan yang dikirim ke lapangan,
adalah bahwa penundaan lebih lanjut akan menjadi kontraproduktif."
Pakar PBB menuduh Rwanda dan pada tingkat lebih rendah dari Uganda membantu pemberontak M23 dalam pemberontakan 18 bulan mereka melawan DR Kongo.
Rwanda telah membantah tuduhan-tuduhan itu, namun Washington awal bulan ini mengenakan sanksi terhadap Kigali untuk dugaan dukungan kepada pemberontak Kongo yang merekrut tentara anak-anak ke dalam barisan mereka.
M23 ini didirikan oleh mantan pemberontak Tutsi yang dimasukkan ke dalam militer Kongo berdasarkan kesepakatan damai 2009.
Mengeluh kesepakatan itu tidak pernah sepenuhnya dilaksanakan, mereka memberontak pada April 2012, mengubah senjata mereka pada mantan rekan-rekan mereka dan meluncurkan pemberontakan terbaru untuk menyerang wilayah timur DR Kongo yang kaya mineral dan rawan konflik.
PBB dan berbagai kelompok hak asasi manusia menuduh M23 melakukan kekejaman termasuk pemerkosaan dan pembunuhan dalam konflik yang telah menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi melarikan diri.
Pemerintah Presiden Rwanda Paul Kagame, juga didominasi oleh Tutsi, dituduh mendukung pemberontak M23 sebagai bagian dari perang tanding melawan pemberontak Hutu di DR Kongo dan mencari pengaruh di wilayah yang kaya mineral Kivu timur negara itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zigo Rolanda desak perbaikan, Dermaga Muaro Padang masuk proses tender Rp10 Miliar
25 August 2025 14:26 WIB
Pemkab Padang Pariaman desak PDAM bertransformasi tingkatkan pelayanan dan PAD
21 June 2025 15:05 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018