Mumbai, (Antara/AFP) - Gerilyawan Maois membunuh tiga polisi di sebuah daerah terpencil di India barat, Kamis, kata polisi, dalam insiden yang menandai serangan terakhir kelompok yang berusaha menggulingkan pemerintah itu. Serangan itu terjadi di sebuah daerah perbukitan dan terbelakang yang merupakan pangkalan gerilyawan tersebut di negara bagian Maharashtra, India barat. "Satu rombongan kepolisian yang merupakan bagian dari kelompok tindakan khusus diserang oleh gerilyawan Maois di wilayah Gadchiroli," kata direktur jendral kepolisian Maharashtra, Sanjeev Dayal, kepada AFP. "Tiga polisi tewas." Para polisi itu sedang dalam operasi penyisiran di sebuah daerah hutan ketika gerilyawan tersebut meledakkan ranjau dan terjadi tembak-menembak, kata seorang perwira senior di ruang pengawasan kepolisian Gadchiroli. Kekerasan sering terjadi di daerah yang disebut "Koridor Merah" yang dibentuk oleh Maois India, yang terletak di kawasan timur dan tengah. Kelompok yang dulu disebut-sebut sebagai sampah masyarakat itu berkembang menjadi sebuah kekuatan gerilya yang digambarkan Perdana Menteri Manmohan Singh sebagai ancaman keamanan dalam negeri paling serius di India. Sementara itu dalam insiden lain, polisi membunuh satu orang Maois dalam tembak-menembak di daerah yang sama pada Kamis, kata Dayal. Pada Mei, kelompok bersenjata berat Maois membunuh sedikitnya 23 orang di India tengah, termasuk seorang politikus daerah ternama. Pada 2010, serangan kelompok itu menewaskan 76 polisi. Maois berperang di hutan-hutan dan pedesaan selama puluhan tahun untuk memperjuangkan apa yang mereka sebut hak-hak orang suku dan petani tanpa tanah. Mereka menutut pembagian tanah dan pekerjaan bagi orang miskin dan menginginkan pembentukan masyarakat komunis dengan menggulingkan pemerintah India yang mereka sebut "semi-kolonial, semi-feodal". Pemberontakan Maois diyakini telah menewaskan puluhan ribu orang. (*/sun)