Yangon, (Antara/ AFP) - Polisi di Myanmar mengkonfirmasi, Selasa, bahwa ledakan di sebuah hotel mewah di Yangon yang melukai tamu dari Amerika Serikat disebabkan oleh bom. "Ini adalah bom waktu. Terdapat jam yang melekat," kata seorang pejabat polisi yang mengunjungi lokasi ledakan, yang terjadi Senin malam di Traders Hotel. Para pejabat mengatakan mereka telah menahan seorang pria yang sebelumnya tinggal di kamar hotel di mana ledakan itu terjadi untuk ditanyai. "Orang yang menginap sebelum keluarga Amerika di Traders Hotel tersebut ditangkap sebagai tersangka," kata seorang pejabat polisi kedua. Ia mengatakan pria itu ditangkap Selasa pagi di daerah tenggara Mon. "Tapi masih terlalu dini untuk mengatakan ia menaruh bom di sana tanpa penyelidikan lebih lanjut," tambah pejabat itu. Dua tersangka lainnya telah ditahan untuk ditanyai sehubungan dengan serangkaian ledakan sebelumnya, katanya. Seorang pria dan seorang wanita tewas, serta satu orang lagi cedera dalam ledakan Jumat di sebuah wisma di kota Taunggu, sekitar 65 kilometer dari ibukota Naypyidaw, kata polisi. Dua perangkat lain meledak di Yangon pada Minggu, yang satu di halte bus dan lainnya di bawah truk, yang melukai dua remaja, menurut pihak berwenang. Dua perangkat yang lebih darurat ditemukan di kota Yangon dan Mandalay pada Senin. Pihak berwenang mengatakan insiden terbaru ditujukan untuk menggelincirkan reformasi pro-demokrasi negara itu, yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah acara olahraga utama kawasan pada Desember dan menjadi ketua Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tahun depan. (*/jno)