Ban Sedih Atas Kematian Prajurit Pemelihara Perdamaian di Darfur
Minggu, 13 Oktober 2013 8:27 WIB
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. (Reuters)
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Sabtu (12/10), mengatakan ia sangat sedih oleh kematian seorang prajurit pemelihara perdamaian dalam serangan di Wilayah Darfur, Sudan, Jumat.
Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengharapkan tindakan cepat oleh Sudan untuk menyeret para pelakukanya ke pengadilan.
"Sekretaris Jenderal sangat sedih saat mendengar kematian seorang pengamat militer Zambia dari Operasi Hibrid PBB-Afrika Utara (UNAMID) dalam satu serangan oleh beberapa penyerang yang tak dikenal dan bersenjata di El Fasher, Darfur Utara, kematin," kata satu pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara Ban.
"Sekretaris Jenderal menyampaikan simpati terdalamnya kepada keluarga prajurit pemelihara perdamaian yang gugur, Pemerintah Zambia dan kepada semua personel UNAMID," kata pernyataan tersebut, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi.
Pada Juli 2007, Dewan Keamanan PBB mensahkan satu resolusi untuk membentuk operasi pemelihara perdamaian PBB-AU di Darfur (UNAMID) untuk menangani krisis kemanusiaan di wilayah Sudan Barat tersebut.
Misi gabungan itu menggantikan misi sebelumnya yang dipimpin oleh Uni Afrika sendirian saja. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prihatin dan sedih atas Tragedi Kanjuruhan, Valentino "Jebret" mundur sebagai komentator Liga 1
03 October 2022 6:23 WIB, 2022
Pochettino sedih Messi dan Neymar dicemooh suporter PSG karena dirasa gagal bawa perubahan
14 March 2022 7:11 WIB, 2022
Vanessa Angel "deg-degan" bercampur sedih dan terharu jelang kelahiran anak pertama
23 June 2020 8:09 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018