Dirjen Nyatakan Belum Ada Haji Indonesia Terjangkit Mers-Cov
Rabu, 9 Oktober 2013 16:04 WIB
Ilustrasi. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes Tjandra Yoga Aditama mengatakan hingga 7 Oktober 2013 tidak ada haji yang terjangkit "Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus" dari seluruh negara termasuk Indonesia.
"Sejauh ini belum ada seorangpun Haji dari seluruh dunia yang terkena MERS-CoV, tentu juga belum ada seorangpun Haji Indonesia yang terkena. Jika ada haji dengan keluhan diduga MERS-CoV, segera melaporkan diri ke petugas kesehatan kloter," kata Tjandra dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu, usai melakukan peninjauan ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah.
Tjandra sebagai Ketua Tim Pengawasan dan Pengendalian (WasDal) Kesehatan Haji 2013 mengatakan jamaah haji harus mewaspadai gejala utama MERS-CoV yaitu batuk, demam, sesak napas dan mengalami kerusakan paru luas (pneumonia dengan ARDS-adult respiratory distress syndrome) untuk segera melaporkan diri ke tenaga kesehatan yang ada.
"Memang kadang-kadang ada juga keluhan tidak spesifik seperti di atas, seperti ada juga pasien MERS-CoV dengan keluhan diare. Diagnosis pasti akan dilakukan di RS Arab Saudi," kata Tjandra.
Tjandra juga mengatakan belum dipastikan penularan MERS-CoV berasal dari unta meski laporan dari negara Mesir dan Oman menyatakan ditemukan virus MERS-CoV pada unta.
"Dari laporan sejauh ini, kasus di unta tidak ada hubungan dengan manusia, maksudnya tidak ada manusia yang sakit di sekitar unta yang ditemukan virus di tubuhnya," kata Tjandra.
Angka Kematian
Sementara itu, angka kematian haji asal Indonesia pada 2013 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Hingga 7 Oktober 2013, angka kematian Haji sebesar 0,23 kematian per seribu jumlah haji yang sudah datang, dibandingkan dengan periode waktu yang sama 2012 sebesar 0,44 per seribu dan 2011 sebesar 0,33 per seribu.
"Klinik kesehatan di bandara berfungsi baik di bangunan oktagon, dilengkapi dokter spesialis dan petugas mahir serta alat memadai dan obat pun amat cukup tersedia," kata Tjandra.
Beberapa jenis pasien dengan penyakit berat/parah yang pernah ditangani petugas kesehatan haji sejauh ini disebut Tjandra meliputi gangguan jantung, gagal pernapasan serta gangguan ginjal. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengusaha sawit nyatakan siap hadapi EUDR, tantangan utama ada di tingkat petani
28 October 2025 21:18 WIB
Patrick Kluivert rasakan kekecewaan penggemar dan nyatakan bertanggung jawab
14 October 2025 11:06 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018