Ahli Kimia Kunjungi Simpanan Bahan Kimia di Suriah
Rabu, 9 Oktober 2013 10:31 WIB
Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Para ahli senjata kimia mengunjungi tempat penyimpanan yang berisi bahan kimia di Suriah, kata radio pro-pemerintah Sham FM pada Selasa (8/10).
Radio tersebut mengutip tayangan video yang beredar di jejaring. Di dalam video itu, para ahli terlihat memakai masker anti-gas sedang memeriksa beberapa drum yang berisi alat khusus.
Laporan radio tersebut tidak menyebutkan secara khusus apa jenis bahan yang diperiksa para ahli itu, tapi drum tersebut, katanya, mungkin berisi bahan atau zat yang dapat digunakan dalam pembuatan senjata kimia.
Rekaman video tersebut tidak mengungkapkan informasi mengenai lokasi penyimpanan itu atau tanggal pasti kunjugan para ahli ke tempat tersebut, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu.
Pada Selasa pagi, Organisasi bagi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa OPCW akan mengirim tim kedua pemeriksa di Suriah.
"OPCW menggelar tim kedua pemeriksa untuk memperpanjang kegiatan pengabsahan dan pengrusakan di Suriah," kata pernyataan tersebut.
Itu akan mendorong para ahli OPCW yang telah berada di Suriah sejak 1 Oktober untuk melakukan kegiatan pengabsahan dan pemusnahan, kata pernyataan tersebut.
Kelompok pertama ahli kimia tiba di Suriah pada Selasa lalu (1/10) dan bertemu dengan pejabat Kementerian Luar Negeri Suriah sebelum mereka memulai pekerjaan mereka di lapangan pada 6 Oktober untuk menemukan dan melucuti sebanyak 1.000 ton simpanan kimia di negeri itu.
Dewan Keamanan PBB mengatakan OPCW akan membantu Suriah memusnahkan senjata kimianya paling lambat sampai pertengahan 2014. Misi tersebut akan diperpanjang setelah penyelidikan tambahan tiba di Damaskus pekan depan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Edukasi pembuatan pupuk bokashi untuk kurangi pupuk kimia di Nagari Tanjung Balik
04 August 2023 8:58 WIB, 2023
Kurangi penggunaan pupuk kimia, Petani Solok Selatan didorong beralih ke pupuk kandang
11 March 2023 17:30 WIB, 2023
Tak harus berbahan kimia, ekstrak buah ini juga dapat membuat wajah anda terlihat glowing
09 March 2023 13:28 WIB, 2023
BPOM beber celah distribusi produk senyawa kimia perusak ginjal masuk ke Indonesia
02 November 2022 12:35 WIB, 2022
Menkes: Tiga zat kimia berbahaya ditemukan dalam obat pasien gagal ginjal akut
20 October 2022 11:23 WIB, 2022
PT Semen Padang efisienkan penggunaan bahan kimia hingga 94,10 persen
04 August 2022 17:54 WIB, 2022
PT Kimia Farma dengan PBNU salurkan bantuan obat-obatan bagi warga terdampak gempa
26 February 2022 16:14 WIB, 2022
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018