Moskow, (Antara/RIA Novosti-OANA) - Para pejabat Dinas Migrasi Rusia Senin menahan 20 migran gelap di lokasi konstruksi di timur laut Moskow dan 13 lainnya di satu pasar di selatan kota itu, kata layanan kepada RIA Novosti. "Dari 20 warga negara berasal dari republik-republik Sovyet yang terlibat dalam konstruksi dan pekerjaan penyelesaian terakhir, tidak ada yang bisa menunjukkan izin kerja," kata dinas migrasi, dan menambahkan bahwa para majikan pekerja sedang diputuskan. Layanan ini mengatakan, mengenai 13 lainnya yang adalah warga Ukraina, Moldova, Uzbekistan dan Tajikistan yang menjual buah-buahan, sayur-mayur dan produk susu di pasar Moskow selatan tahu bahwa mereka perlu memiliki izin bekerja tetapi mengabaikan peraturan tersebut. Polisi telah melakukan serangkaian razia dan pengecekan massal di pasar-pasar dan lokasi-lokasi lain dengan konsentrasi besar pekerja imigran dalam beberapa bulan terakhir, setelah seorang polisi terluka oleh massa di sebuah pasar Moskow ketika mencoba untuk menahan seorang pria yang diduga memerkosa pada akhir Juli. Pertumbuhan ekonomi didorong oleh pendapatan dari ekspor minyak dan tenaga kerja yang berkurang di dalam negeri telah menarik jutaan tenaga kerja migran, banyak di antara mereka yang berasal dari bekas republik Sovyet di Asia Tengah. Sekitar 11,3 juta orang asing memasuki Rusia tahun ini, di antaranya tiga juta pekerja ilegal, kata Dinas Migrasi federal pada akhir Juli. (*/jno)