Rusia Tahan 33 Migran Gelap di Moskow
Selasa, 1 Oktober 2013 15:41 WIB
Moskow, (Antara/RIA Novosti-OANA) - Para pejabat Dinas Migrasi Rusia Senin menahan 20 migran gelap di lokasi konstruksi di timur laut Moskow dan 13 lainnya di satu pasar di selatan kota itu, kata layanan kepada RIA Novosti.
"Dari 20 warga negara berasal dari republik-republik Sovyet yang terlibat dalam konstruksi dan pekerjaan penyelesaian terakhir, tidak ada yang bisa menunjukkan izin kerja," kata dinas migrasi, dan menambahkan bahwa para majikan pekerja sedang diputuskan.
Layanan ini mengatakan, mengenai 13 lainnya yang adalah warga Ukraina, Moldova, Uzbekistan dan Tajikistan yang menjual buah-buahan, sayur-mayur dan produk susu di pasar Moskow selatan tahu bahwa mereka perlu memiliki izin bekerja tetapi mengabaikan peraturan tersebut.
Polisi telah melakukan serangkaian razia dan pengecekan massal di pasar-pasar dan lokasi-lokasi lain dengan konsentrasi besar pekerja imigran dalam beberapa bulan terakhir, setelah seorang polisi terluka oleh massa di sebuah pasar Moskow ketika mencoba untuk menahan seorang pria yang diduga memerkosa pada akhir Juli.
Pertumbuhan ekonomi didorong oleh pendapatan dari ekspor minyak dan tenaga kerja yang berkurang di dalam negeri telah menarik jutaan tenaga kerja migran, banyak di antara mereka yang berasal dari bekas republik Sovyet di Asia Tengah.
Sekitar 11,3 juta orang asing memasuki Rusia tahun ini, di antaranya tiga juta pekerja ilegal, kata Dinas Migrasi federal pada akhir Juli. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
7 Bahan Baku Rahasia Pembuat Semen, Nomor 6 Bikin Lebih Kuat dan Tahan Lama
12 February 2026 10:18 WIB
Sirkuit Kandi laboratorium uji daya tahan dan kecepatan atlet otomotif regional - nasional
26 October 2025 17:18 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018