Mantan Pemeriksa Senjata PBB Puji Perkembangan di Suriah
Senin, 23 September 2013 12:39 WIB
Washington, (Antara/Xinhua-OANA) - "Sungguh perkembangan positif" upaya awal untuk menyerahkan senjata kimia Suriah ke dalam pengawasan intenasional bergerak sesuai jadwal, kata mantan pemeriksa senjata PBB pada Ahad (22/9).
"Sejauh ini, cukup baik," kata mantan pemeriksa senjata PBB Charles Duelfer kepada pembawa acara Fox News, Chris Wallace, Ahad, saat menjawab pertanyaan mengenai reaksi cepat oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Pemerintah Bashar pada Jumat (20/9) memenuhi tenggat pertama dalam penyerahan pertama simpanan senjata kimia Suriah --yang disambut oleh Presiden AS Barack Obama sebagai kemajuan.
Dalam beberapa pekan belakangan, Obama mengancam akan menyerang Suriah setelah dugaan penggunaan senjata kimia pada 21 Agustus, yang dikatakan AS telah menewaskan lebih dari 1.400 orang di pinggiran Damaskus, Ibu Kota Suriah. Namun AS mencapai kesepakatan dengan Rusia pada 14 September untuk menyerahkan senjata kimia Suriah kepada pengawasan internasional sehingga senjata itu dapat dimusnahkan. Kesepkatan tersebut menyelamatkan Suriah dari serangan militer yang diingini AS.
"Dan ingat seberapa jauh kita telah bergerak hanya dalam waktu dua pekan. Dua pekan lalu, presiden berbicara mengenai serangan militer, sekalipun terbatas, untuk menangani senjata kimia Suriah," kata Duelfer, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.
"Kelihatannya Pemerintah Rusia telah menggulirkan bola ke depan dalam kasus ini," katanya. Ia menambahkan ia percaya Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, yang mulanya mengusulkan rencana pemeriksaan senjata kimia, adalah satu-satunya orang yang bisa mewujudkan kesepakatan.
Namun sebagian pengeritik khawatir apakah Bashar akan terus menepati ucapannya. Merekan mengutip laporan bahwa dalam beberapa hari ketika AS mengancam akan melancarkan serangan militer, Suriah memindahkan simpanan senjatanya ke lokasi yang tak diketahui dalam upaya menyembunyikan senjata itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu tegaskan tak ada pemeriksa rekening bersaldo di atas Rp1 miliar
27 November 2019 14:41 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018