Pemimpin Pemelihara Perdamaian PBB Soroti Kemajuan di DRC
Jumat, 13 September 2013 13:29 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Kepala pemelihara perdamaian PBB Herve Ladsous, Kamis (12/9), menyoroti kemajuan yang dicapai dalam memerangi aksi perlawanan gerilyawan M23 di Republik Demokratik Kongo (DRC) sejak awal tahun ini.
Ladsous, Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Operasi Pemelihara Perdamaian, memulai taklimat di Markas PBB, New York, dengan komentar mengenai DRC. Ia mengatakan Pasukan Nasional DRC (FARDC) dan brigade campur tangannya, telah mendesak M23 ke arah utara sehingga kelompok gerilyawan tersebut tak menjadi ancaman langsung bagi Kota Goma.
"MONUSCO telah memperkuat posisinya menjadi posisi yang lebih baik untuk mempertahankan Goma dan semua penduduk di daerah itu dan sekitarnya," katanya.
Selama satu tahun belakangan, M23 --bersama dengan kelompok lain bersenjata-- telah berulang-kali bentrok dengan FARDC. Gerilyawan tersebut sempat menduduki Goma pada November 2012. Pertempuran berlanjut pada Agustus, saat itu menyeret satu kelompok perlawanan di Uganda.
Namun Ladsous mengatakan penyebab utama konflik di negeri tersebut dan Wilayah Danau Raya secara keseluruhan memerlukan penyelesaian politik, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang.
Saat menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan penempatan pasukan pemelihara perdamaian di Suriah, Ladsous menyatakan masalah itu "sepenuhnya berada di tangan Dewan Keamanan". (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018