Jumlah Gajah Botswana Bertambah
Rabu, 11 September 2013 10:47 WIB
Gaborone, (Antara/Xinhua-OANA) - Botswana menyaksikan peningkatan tajam populasi gajah di negeri itu antara 1992 dan 2012, sementara spesies hewan lain merosot atau tak berubah, demikian survei paling akhir melalui udara yang baru saja disiarkan.
Menurut kantor berita resmi Botswana pada Selasa (10/9), satu studi dengan judul Aerial Census of Animals in Botswana/Dry Season 2012 telah melakukan pengamatan atas 26 spesies hewan termasuk hewan buas seperti antara lain banteng, sejenis rusa, gajah, kijang orix, jerapah dan zebra, serta ternak seperti sapi, keledai, kuda, domba dan kambing.
Wakil Direktur di Departemen Margasatwa dan Taman Nasional Cyril Taolo, sebagaimana dikutip, mengatakan populasi gajah nasional berjumlah 207.545, "perubahan 297 persen antara 1992 dan 2012".
Gajah tersebut terpusat di bagian utara dan tengah negeri tersebut.
Taolo juga mengatakan dengan populasi gajah sebanyak itu, Botswana perlu menangani hewan tersebut secara hati-hati dan memantau dampaknya pada lingkungan hidup, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu. Sebabnya ialah gajah itu menimbulkan ancaman bukan hanya pada lingkungan hidup, tapi juga pada spesies hewan lain dan kehidupan manusia.
Pemerintah Botswana pada 2012 mengumumkan negara itu akan melarang perburuan komersial mulai Januari 2014 karena keprihatinan besar mengenai kemerosotan tajam spesies satwa liar. Larangan tersebut menimbulkan keprihatinan dan sebagian orang khawatir itu bisa membuat populasi satwa liar seperti gajah akan berkembang dengan angka yang tak terkendali.
Beredar laporan bahwa di dalam masyarakat yang tinggal di sekitar habitat gajah, ada masalah konflik manusia-satwa liar sebab gajah membunuh manusia dan merusak tanaman.
Namun Taolo mengesampingkan keprihatinan tersebut dan mengatakan perburuan tak dilarang untuk mengatur populasi gajah, tapi bagi kemaslahatan masyarakat yang tinggal di daerah margasatwa.
Migrasi gajah, yaitu lingkungan hidup yang kondusif diciptakan di negara tetangga guna menarik perhatian gajah agar menyeberang, adalah salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mengendalikan populasi gajah, katanya.
Ia menambahkan larangan berburu hanya bersifat sementara untuk memantau penurunan spesies hewan tertentu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018