Wonosobo, (Antara) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menggelar rapat pleno di Pondok Pesantren Universitas Saint Al Quran, Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah, 6-8 September 2013. "Ini rapat pleno kedua di kepengurusan PBNU masa khidmad 2010- 2015. Yang pertama dilaksanakan tahun 2011 di Yogyakarta," kata Sekretaris Panitia Rapat Pleno PBNU 2013 Sulton Fatoni di Wonosobo, Kamis malam. Sulton menjelaskan rapat pleno akan membahas persoalan internal NU dan persoalan eksternal terutama terkait kehidupan berbangsa dan bernegara. Materi yang dibahas bersifat internal, di antaranya adalah pemberdayaan ekonomi umat, penguatan dan penataan kelembagaan, pengembangan media dan teknologi informasi, penataan dan peningkatan kualitas pendidikan, penguatan jaringan kerja nasional dan internasional, pemberdayaan hukum dan penegakan keadilan, pemberdayaan politik warga, serta penataan asset Nahdlatul Ulama, dan kaderisasi. Sementara materi bahasan eksternal antara lain menyikapi isu-isu terkini, salah satunya permasalahan perekonomian bangsa Indonesia yang di ambang krisis. "Seluruh hasil rapat pleno ini bersifat rekomendasi. Yang internal diharapkan jadi dorongan perbaikan organisasi ke depan, sementara yang eksternal adalah sumbangsih pemikiran dari NU untuk membantu mengatasi permasalahan bangsa Indonesia," kata Sulton. Rapat pleno diikuti pengurus harian yang meliputi Mustasyar, Syuriyah, A'wan, Tanfidziyah, serta ketua di setiap Lembaga, Lajnah, dan Badan Otonom (Banom) di bawah naungan PBNU. Dijadwalkan sejumlah pengurus teras PBNU hadir dalam rapat pleno ini, di antaranya adalah Rais Aam KH MA Sahal Mahfudh dan Wakil Rais Aam KH Mustofa Bisri dari jajaran Syuriah serta Ketua Umum KH Said Aqil Siroj dan Wakil Ketua Umum As'ad Said Ali dari jajaran Tanfidziyah. (*/sun)