
Taman Budaya Sumatera Barat gelar lokakarya sastra kepenulisan novel

Padang (ANTARA) - Dinas Kebudayaan melalui UPTD Taman Budaya Sumatera Barat menggelar lokakarya sastra kepenulisan novel yang diikuti sedikitnya 25 peserta dari berbagai daerah di provinsi itu.
Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Syaiful Bahri mengatakan, lokakarya sastra itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membina dan mengembangkan pelaku seni budaya, khususnya di bidang sastra, sebagai kontribusi nyata dalam pemajuan kebudayaan di Sumatera Barat.
"Kegiatan bertajuk Tanah Suaka: Cipta Sastra, Cinta Budaya ini bukan sekadar ruang belajar, tetapi juga ruang tumbuh, tempat gagasan diasah, imajinasi dipertajam, dan karya dilahirkan," kata Syaiful saat membuka kegiatan di Gedung Kebudayaan Sumatera Barat, di Padang, Selasa.
Ia menjelaskan, lokakarya itu bertujuan untuk regenerasi penulis sastra, karena regenerasi di Sumatera Barat berlangsung melalui peran sejumlah sastrawan lintas generasi yang tidak hanya berkarya, tetapi juga aktif membina dan membuka ruang tumbuh bagi penulis muda.
Selain peran individu, proses ini juga ditopang oleh ekosistem yang lebih luas seperti komunitas literasi, taman budaya, serta ruang publikasi digital.
Dengan demikian, kata Syaiful, regenerasi sastra di Sumatera Barat tidak bergantung pada satu figur saja, melainkan menjadi gerakan kolektif yang terus menghidupkan tradisi dan membuka jalan bagi lahirnya penulis-penulis baru.
Kepala Taman Budaya Sumatera Barat M.Devid menambahkan, narasumber lokakarya penulisan novel ini adalah penulis nasional yang sudah punya nama di khazanah sastra Indonesia, yakni Sasti Gotama dan Yetti A. Ka.
Sasti Gotama adalah penulis Indonesia berlatar belakang dokter yang meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Kusala Sastra Khatulistiwa 2025, Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025, Juara 1 Hadiah Sastra Rasa 2022, dan Juara 2 Sayembara Naskah Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2024.
Sementara Yetti A. KA adalah seorang penulis perempuan aktif yang dikenal dengan gaya penceritaan puitis, khas, dan kadang absurd. Karyanya banyak dimuat di berbagai media massa nasional terkemuka, seperti Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Jawa Pos, Majalah Femina, Jurnal Perempuan, dan Jurnal Cerpen Indonesia.
Lokakarya berlangsung selama tiga hari, yakni mulai Selasa (5/5/2026) hingga Kamis (7/5/2026). (*)
Pewarta: Fitra Yogi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
