Kabul, (ANTARA/AFP) - Menteri Pertahanan Jerman Thomas de Maiziere pada Senin dalam kunjungan ke Afghanistan menyatakan pemerintahnya dalam beberapa hari mendatang memutuskan langkah selanjutnya dalam penarikan pasukannya dari negara bergolak itu. De Maiziere dalam jumpa pers dengan timpalannya dari Afghanistan, Bismullah Khan Mohammadi, menyatakan kabinetnya akan setuju "dalam pekan mendatang" atas tingkat pasukan selama penarikan dua tahun ke depan. "Yang pertama, pemindahan pasukan kami hingga akhir 2014 akan handal, memadai dan berkelanjutan," kata De Maiziere, yang dalam lawatan ke-10-nya ke negara itu sebagai menteri pertahanan. "Di Jerman, kami akan membuat keputusan dalam pekan mendatang," katanya. Jerman saat ini memiliki sekitar 4.800 tentara di Afghanistan, satuan ketiga terbesar di bawah Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO sesudah Inggris dengan 9.500 tentara dan lebih dari 90.000 tentara Amerika Serikat. Jerman sepakat dengan mitra NATO-nya untuk secara bertahap menarik pasukan tempur dari negara terkoyak perang itu pada akhir 2014 ketika pasukan Afghanistan mengambil tanggung jawab lebih untuk keamanan. De Maiziere berjanji bahwa Jerman akan bekerja sama dengan sekutu NATO dalam memutuskan peralatan tentara dan kemampuan pelatihan akan menetap di negara itu ketika tentara tersebut pergi. Laporan pada Oktober di berita mingguan "Der Spiegel" menyatakan Berlin berencana mengurangi secara berarti pasukannya di negara itu hingga "jumlah nyaman di bawah 4.000 tentara" ketika pemerintah minta parlemen pada Januari untuk amanat baru bagi pasukan itu. Pemerintah menolak menyebut angkanya. Sejumlah 53 tentara Jerman tewas sejak terlibat di Afghanistan. Serbuan pimpinan Amerika Serikat pada 7 Oktober 2001 untuk menggulingkan pemerintah Taliban, yang dituduh menyembunyikan pemimpin Alqaida Osama bin Ladin setelah serangan 11 September di New York dan Washington. Taliban dengan cepat kalah, namun melancarkan perlawanan dan kian kuat selama bertahun-tahun hingga NATO mengerahkan sekitar 130.000 tentara dari 50 negara membela pemerintah dukungan Barat Presiden Hamid Karzai. Pemerintah Afghanistan akan runtuh dan gerilyawan Taliban kemungkinan merebut kembali kekuasaan setelah Amerika Serikat dan NATO menarik pasukan mereka pada 2014, kata sarjana terhormat antarbangsa memperkirakan. Penarikan pasukan asing dalam beberapa hal memperburuk negara itu daripada sebelum serbuan pimpinan Amerika Serikat menggulingkan Taliban pada hampir 11 tahun lalu, kata pakar Afghanistan Gilles Dorronsoro dari Carnegie Endowment for International Peace. (*/sun)