BRIN dan Dompet Dhuafa kerja sama riset majukan kopi luwak
Jumat, 18 Agustus 2023 15:24 WIB
Direktur Program Dompet Dhuafa Bambang Suherman di Padang, Jumat, (18/8/2023). ANTARA/Muhammad Zulfikar.
Padang (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Dompet Dhuafa sebuah lembaga filantropi dan kemanusiaan yang bergerak untuk pemberdayaan umat serta kemanusiaan bekerja sama dalam riset pengembangan kopi luak.
"Kerja sama dengan BRIN ini, kita berupaya agar ada kopi rasa luwak meskipun pada dasarnya bukan kopi luwak," kata Direktur Program Dompet Dhuafa Bambang Suherman di Padang, Jumat.
Bambang menjelaskan kerja sama riset antara kedua instansi tersebut nantinya menggunakan metode pemuliaan deoxyribonucleic acid (DNA) kopi. Dengan kata lain, BRIN akan menciptakan atau mengolah kopi robusta dan arabika menjadi kopi yang memiliki cita rasa luwak.
Kerja sama dengan BRIN tersebut merupakan upaya Dompet Dhuafa untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat khususnya petani kopi di Tanah Air. Termasuk pula pengolahan kopi menggunakan teknologi terbaru.
Ide pemuliaan DNA itu awalnya muncul dari permintaan konsumen untuk kopi luwak. Sementara, khusus perkebunan kopi di Sirukam, Solok yang dibina Dompet Dhuafa hanya jenis robusta dan arabika.
"Jadi, gagasann muncul bagaimana kita menciptakan atau pemuliaan produk kopi. Seiring dengan itu permintaan konsumen kopi luak sangat tinggi," ucap dia.
Saat ini, para peneliti BRIN masih melakukan pemuliaan DNA kopi jenis robusta dan arabika sehingga belum ada produksi atau penjualan ke masyarakat. Namun, apabila riset itu berhasil maka Dompet Dhuafa bersama petani kopi binaannya segera menyuplai kebutuhan konsumen.
Selain riset pemuliaan DNA kopi, BRIN bersama Dompet Dhuafa juga sedang mengupayakan penggunaan mesin pengolahan kopi (roasting) hasil buatan anak bangsa. Sebab, hampir sebagian besar mesin pengolahan kopi di Tanah Air masih impor.
Padahal, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang saat ini dilebur ke BRIN bisa menciptakan mesin roasting kopi. Bahkan, harga barang buatan dalam negeri jauh lebih murah dibandingkan barang impor.
"Nah, peneliti-peneliti seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat terutama petani kopi karena harganya lebih terjangkau," ucap dia.
Terkait produksi kopi Sirukam, Solok yang dibina Dompet Dhuafa melalui mekanisme koperasi, Bambang mengatakan keuntungan yang diperoleh petani jauh lebih besar atau di atas 60 persen.
"Target paling dekat ialah membangun aliansi bersama dengan seluruh kafe kopi di seluruh Indonesia, dan mempopulerkan produk kopi pemberdayaan berbasis masyarakat," tambah dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BRIN dan Dompet Dhuafa kerja sama riset majukan kopi luwak
"Kerja sama dengan BRIN ini, kita berupaya agar ada kopi rasa luwak meskipun pada dasarnya bukan kopi luwak," kata Direktur Program Dompet Dhuafa Bambang Suherman di Padang, Jumat.
Bambang menjelaskan kerja sama riset antara kedua instansi tersebut nantinya menggunakan metode pemuliaan deoxyribonucleic acid (DNA) kopi. Dengan kata lain, BRIN akan menciptakan atau mengolah kopi robusta dan arabika menjadi kopi yang memiliki cita rasa luwak.
Kerja sama dengan BRIN tersebut merupakan upaya Dompet Dhuafa untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat khususnya petani kopi di Tanah Air. Termasuk pula pengolahan kopi menggunakan teknologi terbaru.
Ide pemuliaan DNA itu awalnya muncul dari permintaan konsumen untuk kopi luwak. Sementara, khusus perkebunan kopi di Sirukam, Solok yang dibina Dompet Dhuafa hanya jenis robusta dan arabika.
"Jadi, gagasann muncul bagaimana kita menciptakan atau pemuliaan produk kopi. Seiring dengan itu permintaan konsumen kopi luak sangat tinggi," ucap dia.
Saat ini, para peneliti BRIN masih melakukan pemuliaan DNA kopi jenis robusta dan arabika sehingga belum ada produksi atau penjualan ke masyarakat. Namun, apabila riset itu berhasil maka Dompet Dhuafa bersama petani kopi binaannya segera menyuplai kebutuhan konsumen.
Selain riset pemuliaan DNA kopi, BRIN bersama Dompet Dhuafa juga sedang mengupayakan penggunaan mesin pengolahan kopi (roasting) hasil buatan anak bangsa. Sebab, hampir sebagian besar mesin pengolahan kopi di Tanah Air masih impor.
Padahal, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang saat ini dilebur ke BRIN bisa menciptakan mesin roasting kopi. Bahkan, harga barang buatan dalam negeri jauh lebih murah dibandingkan barang impor.
"Nah, peneliti-peneliti seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat terutama petani kopi karena harganya lebih terjangkau," ucap dia.
Terkait produksi kopi Sirukam, Solok yang dibina Dompet Dhuafa melalui mekanisme koperasi, Bambang mengatakan keuntungan yang diperoleh petani jauh lebih besar atau di atas 60 persen.
"Target paling dekat ialah membangun aliansi bersama dengan seluruh kafe kopi di seluruh Indonesia, dan mempopulerkan produk kopi pemberdayaan berbasis masyarakat," tambah dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BRIN dan Dompet Dhuafa kerja sama riset majukan kopi luwak
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Jefri Doni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator apresiasi Kompol Russirwan yang diberi penghargaan oleh Balai Wartawan Luak Limopuluah
27 June 2022 10:48 WIB, 2022
Balai Wartawan Luak Limopuluah serahkan bantuan untuk korban gempa pasaman
06 March 2022 11:25 WIB, 2022
Legislator Rezka Oktoberia serahkan bantuan gempa Pasbar melalui Balai Wartawan Luak Limopuluah
04 March 2022 16:11 WIB, 2022
Balai Wartawan Luak Limopuluah himpun donasi untuk korban gempa di Pasaman Barat
01 March 2022 16:19 WIB, 2022
Wartawan media online di Luak Limopuluah bagikan sembako untuk warga membutuhkan
13 February 2022 12:45 WIB, 2022
Ini solidaritas Yayasan Insan Seni Luak Limopuluah untuk bantu korban Gunung Semeru
09 December 2021 15:12 WIB, 2021
Banjir hadiah disediakan Yayasan Insan Seni Luak Limopuluah pada gebyar vaksinasi
19 November 2021 14:06 WIB, 2021
Legislator dukung Pacu Jawi di Luak Limopuluah jadi warisan budaya tak benda Indonesia
18 October 2021 19:47 WIB, 2021
Kebaya Encim karya Megi Efriater putra Luak Limopuluah ikut ambil bagian di HUT DKI Jakarta
13 June 2021 13:05 WIB, 2021
Peringati HPN 2021, Balai Wartawan Luak Limopuluah lakukan ziarah ke makam wartawan
09 February 2021 16:24 WIB, 2021