Jakarta, (Antara) - Komisi XI DPR meminta Bank Indonesia dapat menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tetap stabil pada level Rp10.000 hingga Rp10.200 yang dinilai tidak terlalu jauh dari asumsi ditetapkan pada APBN-P 2013 sebesar Rp9.600. "Dalam rapat tadi, rupiah akhir tahun minta dijadikan Rp10.000 hingga Rp10.200, tapi kami juga tetap meminta supaya bisa di bawah itu, jadi tidak terlalu jauh dari angka APBN sebesar Rp9.600," kata Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis, usai rapat dengan Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) di Jakarta, Senin (26/8) malam. Harry menuturkan, memang akan terjadi deviasi nilai tukar yang tercantum dalam APBN-P 2013 dengan asumsi rupiah pada level Rp9.600 diperkirakan akan sulit terealisasi. Saat ini, rata-rata nilai tukar rupiah dari akhir Desember 2012 hingga 26 Agustus 2013 (year to date) sebesar Rp9.800. Fluktuasi nilai tukar rupiah sendiri berada pada kisaran angka Rp11.000 sejak akhir pekan lalu. Namun Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo justru menyangkal bahwa pihaknya telah diminta untuk menjaga rupiah pada level Rp10.000 hingga Rp10.200 per dolar AS oleh Komisi XI DPR. "Tidak ada (diminta seperti itu, Red)," kata Agus saat ditemui usai rapat tersebut. Agus menegaskan bahwa BI tidak menargetkan suatu nilai tukar tertentu, namun akan terus menjaga stabilitas nilai tukar agar volatibilitasnya berada dalam batasan yang stabil. "Intervensi akan kami lakukan bila diperlukan, dan kami juga akan lakukan pembelian SBN (surat berharga negara, Red) bila diperlukan," ujarnya. Selain itu, Agus juga menjelaskan bahwa saat asumsi nilai tukar dalam RAPBN-P 2013 disetujui, isu "tappering off" (pengurangan stimulus moneter, Red) oleh Bank Sentral Amerika The Fed belum terangkat. "Kan baru berjalan pada 22 Mei 2013 saat itu dan meningkat sampai statement-nya semakin menguat, dan ternyata 65 responden mengatakan bahwa ini akan terjadi," kata Agus pula. Karena itu, lanjut dia, pemerintah dan BI harus mempersiapkan diri dalam menghadapi isu tersebut dan terus menjaga tercipta stabilitas nilai tukar rupiah untuk mencapai pertumbuhan yang berkesinambungan. (*/sun)