Kelompok Mahasiswa Pemberontak - Pemerintah Myanmar Capai Kesepakatan
Selasa, 6 Agustus 2013 14:18 WIB
Yangon, (Antara/Xinhua-0ANA) - Pemerintah Myanmar di Yangon pada Senin mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok terlarang mahasiswa bersenjata di pengasingan.
Lebih dari 40 anggota Seluruh Mahasiswa Front Demokratik Burma (ABSDF), termasuk ketuanya -Yebaw Thanke- dan Wakil Ketua U Myo Min menghadiri pembicaraan perdamaian tingkat negara di Pusat Perdamaian Yangon dengan panitia kerja pembuat perdamaian pemerintah pusat pimpinan wakil ketua komite U Aung Min.
Kedua pihak sepakat untuk mencapai gencatan bepergian tanpa memegang senjata, pembukaan kantor penghubung dan memulai pembicaraan di tingkat pusat pada 10 Agustus.
Delegasi ABSDF tiba di Yangon Minggu untuk pembicaraan itu.
ABSDF beroperasi di perbatasan Myanmar-Thailand setelah pemerintah militer sebelumnya mengambil alih pada akhir tahun 1988.
Berdasarkan tawaran perdamaian Presiden U Thein Sein kepada kelompok-kelompok bersenjata internal pada Agustus 2011, pembuatan perdamaian telah dilakukan dalam tiga tahap sejak saat itu.
Pemerintahannya telah menandatangani gencatan senjata dengan belasan kelompok pemberontak minoritas. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand edukasi sikat gigi dan cuci tangan pada anak TK Koto Tuo
04 February 2026 10:31 WIB
Mahasiswa KKN reguler Unand I adakan sosialisasi teknologi pertanian tanaman aren di SMPN 1 Palambayan Agam
02 February 2026 14:39 WIB
Pengurus Pusat IKA FK Unand 2025-2030 dikukuhkan, "haramkan" ada mahasiswa putus kuliah karena biaya
01 February 2026 19:48 WIB
Mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar gelar aksi simbolik protes jalan provinsi berlubang
30 January 2026 17:07 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018