Logo Header Antaranews Sumbar

Pengurus Pusat IKA FK Unand 2025-2030 dikukuhkan, "haramkan" ada mahasiswa putus kuliah karena biaya

Minggu, 1 Februari 2026 19:48 WIB
Image Print
Pengukuhan Pengurus Pusat IKA FK Unand 2025-2030 di Padang. (ANTARA/Miko Elfisha)

Padang (ANTARA) - Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Kedokteran (FK} Universitas Andalas periode 2025-2030 yang dinahkodai Dr. dr. Yevri Zulfikar SpB, SpU (K) M.Kes resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum IKA Unand yang dijabat Denny Abdi di Padang, Minggu.

Kepengurusan baru ini mengusung beberapa program strategis, salah satunya yang menarik perhatian adalah "mengharamkan" ada mahasiswa FK Unand yang putus kuliah karena persoalan biaya.

"Kita tidak tahu bagaimana nasib masing-masing. Mungkin saat mendaftar kuliah, mahasiswa FK Unand ada orang tua atau keluarga yang mampu menanggung biaya kuliah. Namun saat kuliah berjalan bisa jadi ada masalah sehingga tidak ada biaya lagi. Kita bersama semua alumni akan membantu dan memastikan, agar tidak ada yang putus kuliah karena persoalan biaya ini," kata Ketua Pengurus Pusat IKA FK Unand, Yevri Zulfikar usai dilantik.

Menurutnya IKA FK Unand memiliki Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang bisa menjadi penyalur bantuan dari para alumni kepada mahasiswa yang tengah bermasalah soal keuangan sehingga tidak harus putus kuliah.

Hal itu langsung dibuktikan dengan penyerahan bantuan UKT bagi 16 mahasiswa FK Unand dari LAZ FK Unand untuk periode Februari 2026 dengan total sebesar Rp88,6 juta.

"Selain program ini, kita Pengurus IKA FK Unand juga memiliki PR yaitu melakukan pendataan terhadap sekitar 7.508 lulusan yang saat ini telah tersebar di seluruh belahan dunia.

"Saat ini cabang dari IKA FK Unand sudah ada di 19 provinsi. Ke depan kita targetkan semua provinsi ada cabang bahkan kalau bisa juga ada cabang luar negeri," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum IKA Unand, Denny Abdi menyebut alumni FK Unand memiliki tantangan dan tanggung jawab yang cukup berat ke depan jika dikaitkan dengan cita-cita Indonesia bisa menjadi negara maju pada 2045.

"Kesehatan adalah kebutuhan dasar untuk bisa mengembangkan sumber daya manusia. Sulit mengharapkan sdm berkualitas tanpa didukung oleh kesehatan. Ini berkaitan langsung dengan para dokter, para lulusan fakultas kedokteran termasuk IKA FK Unand," katanya.

Ia menyebut saat ini, penggerak utama perekonomian adalah sumber daya alam. Batu bara, sawit dan baja. Namun, itu bisa habis sewaktu-waktu karena itu hasil produk dari sumber daya manusia seperti peralatan hasil riset dan sebagainya harus sudah menjadi perhatian serius.

"Untuk bisa mencapai itu perlu sdm yang unggul dan berkualitas. Komponen utamanya adalah kesehatan dan pendidikan," ujarnya.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi memiliki pemikiran yang sejalan dengan itu. Menurutnya, FK Unand memiliki lembaga riset yang sudah sangat kuat. Terbukti dari perannya saat mendukung riset saat COVID 19 lalu.

"FK Unand sudah memiliki berbagai riset yang baik. Ke depan kita mendorong agar FK Unand bersama alumni memiliki riset dengan pencirian khusus yang bisa terus dikembangkan dan menjadi spesialis hingga tingkat internasional. Ketika orang bicara bidang riset itu, mau tidak mau mereka harus merujuk ke FK Unand," katanya.

Persoalan riset dan pengembangan sdm itu langsung ditanggapi positif oleh Ketua IKA FK Unand yang menyampaikan komitmen akan memberikan dukungan bagi mahasiswa dan alumni yang serius dalam bidang pengembangan riset.

Pengurus Pusat IKA FK Unand periode 2025 diantaranya,

Ketua Umum : Dr. dr. Yevri Zulfigar, SpB, SpU (K), M.Kes

Wakil Ketua Umum I : dr. Erman Ramli, SpOG (K)

Wakil Ketua Umum II : Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp.VE (K), FIATCVS

Wakil Ketua Umum III : Dr.dr. Ambun Kadri, MKM

Sekretaris Jenderal : dr. Rozi Abdullah, MARS, Sp.FK

Wakil Sekretaris Jenderal I : dr. Dewi Sandra Maya Sari, MARS

Wakil Sekretaris Jenderal II : dr. Sari Ramadhani FISQua

Wakil Sekretaris Jenderal III — : Dr.dr. Gardenia Akhyar, Sp.D.V.E

Bendahara Umum : Dr. dr. Arina Widya Murni, SpPD-KPPM, FINASIM

Wakil Bendahara Umum : Dr. dr. Zelly Dia Rofinda, SpPK (K).

Kepengurusan juga didukung para ketua bidan dan anggota dengan total jumlah pengurus mencapai 219 orang.*



Pewarta:
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026