PLN: Laba Bersih Naik 15.833 Persen
Jumat, 2 Agustus 2013 5:59 WIB
Jakarta, (Antara) - Perseroan Terbatas PLN mencatat kenaikan laba bersih pada semester pertama 2013 sebesar 15.833 persen dibandingkan periode sama 2012.
Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun di Jakarta, Kamis, mengatakan, pada semester pertama 2013, laba bersih tercatat mencapai Rp4,78 triliun atau naik signifikan sebesar Rp4,75 triliun dibandingkan periode sama 2012 yang hanya Rp30 miliar.
"Peningkatan laba bersih yang luar biasa ini terutama disebabkan kenaikan laba selisih kurs yang bersifat noncash sebesar Rp7,6 triliun," katanya.
Pada semester pertama 2012, BUMN kelistrikan tersebut mengalami rugi kurs Rp6,7 triliun, sedangkan semester pertama 2013 meraih laba kurs Rp0,9 triliun sehingga diperoleh laba selisih kurs Rp7,6 triliun.
Meskipun, lanjut Benny, di sisi lain terjadi peningkatan beban bunga dan keuangan Rp2,3 triliun dan kenaikan beban pajak Rp1,6 triliun.
Menurut dia, peningkatan laba selisih kurs sebesar Rp7,6 triliun terutama disebabkan apresiasi rupiah terhadap yen sebesar 10,4 persen meskipun pada saat bersamaan rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS 2,7 persen.
Pada semester pertama 2012, rupiah terdepresiasi, baik terhadap yen maupun dolar AS, masing-masing 2,4 persen dan 4,5 persen.
"PLN cukup banyak kewajiban dalam yen sehingga penurunan yen berdampak positif terhadap laba bersih," ujarnya.
Benny juga mengatakan bahwa pendapatan usaha semester pertama 2013 naik 4,8 persen menjadi Rp116,7 triliun bila dibandingkan semester pertama 2012 sebesar Rp111,4 triliun.
Kenaikan pendapatan, terutama berasal dari peningkatan volume penjualan tenaga listrik akibat penambahan pelanggan dan kenaikan tarif setiap triwulan mulai rekening Januari 2013.
Sementara, beban usaha tercatat Rp98,3 triliun atau naik 3,6 persen dibandingkan 2012 Rp94,9 triliun.
"Peningkatan beban usaha antara lain dikarenakan peningkatan konsumsi bahan bakar dan pelumas akibat peningkatan penjualan tenaga listrik dan kenaikan harga bahan bakar," katanya.
Dengan demikian, lanjut dia, laba usaha semester pertama 2013 naik Rp1,9 triliun atau 11,5 persen dari Rp16,5 triliun menjadi Rp18,4 triliun.
Untuk EBITDA mengalami peningkatan 10,1 persen menjadi Rp30,4 triliun dari Rp27,6 triliun.
Jumlah aset tidak lancar mengalami peningkatan 2,6 persen menjadi Rp484,6 triliun pada 30 Juni 2013 dari Rp472,1 triliun pada tanggal 31 Desember 2012.
Aset lancar naik 0,9 persen menjadi Rp69,2 triliun pada tanggal 30 Juni 2013 dari Rp68,6 triliun pada tanggal 31 Desember 2012.
"Total jumlah aset perseroan pada akhir Semester 1 2013 sebesar Rp553,8 triliun atau naik sebesar Rp13,1 triliun dari Rp540,7 triliun pada tanggal 31 Desember 2012," kata Benny. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cetak rekor tertinggi, Pertamina trans kontinental kantongi laba 733,03 miliar di tahun 2022
12 June 2023 17:04 WIB, 2023
Catatkan kinerja keuangan terbaik, PLN setor dividen Rp2,19T dan pajak Rp35,33T
08 June 2023 9:04 WIB, 2023
Sukses bertransformasi, PLN raih pendapatan penjualan Rp311,1 triliun pada 2022
04 May 2023 8:39 WIB, 2023