Dahlan Segera Tunjuk BUMN Beli Peternakan Sapi di Australia
Rabu, 31 Juli 2013 15:42 WIB
Sapi. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan segera menunjuk perusahaan milik negara yang akan membeli lahan seluas 1 juta hektare di Australia untuk dijadikan peternakan sapi.
"Saat ini dua BUMN, yaitu PT Pupuk Indonesia dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) masih bersaing untuk merealisasikan rencana tersebut. Kita akan pilih salah satunya, keputusannya minggu depan," kata Dahlan, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu.
Menurut Dahlan, rencana tersebut harus segera direalisasikan agar masalah daging di Indonesia dapat diselesaikan dalam jangka menengah dan panjang.
Sebelumnya, Dahlan pernah menyampaikan ide agar BUMN membeli lahan di Australia untuk dijadikan lahan peternakan.
Rencananya lahan peternakan di negeri Kangguru tersebut akan digunakan untuk menghasilkan bibit sapi atau pedet, yang kemudian dikirim ke Indonesia untuk digemukkan.
Awalnya tiga BUMN yang menyatakan siap untuk membentuk konsorsium, yaitu Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia dan RNI.
Namun Dahlan Iskan, lebih memilih untuk dilakukan oleh satu BUMN saja, karena jika bersama-sama akan butuh waktu lama akrena terkendala soal birokrasi di masing-masing perusahaan.
Pembelian 1 juta hektar lahan di Australia dalam jangka panjang dimaksudkan untuk menstabilkan harga daging sapi Indonesia yang saat ini masih berkisar Rp90.000-Rp100.000 per kilogram.
Dana yang dibutuhkan untuk pembelian lahan tersebut diperkirakan mencapai Rp300 miliar, di luar biaya pembelian bibit sapi.
Sementara itu, Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro mengatakan, siap melakukan ekspansi bisnis ke Australia jika Kementerian BUMN memberi izin.
"Kami sangat siap. Namun harus ada jaminan pemerintah berupa regulasi agar sapi pedet dan siap potong bisa dibawa ke Indonesia," ujarnya.
Ia menambahkan, jangan sampai kita sudah mengambil risiko bisnis, namun di dalam negeri soal kuota daging sapi belum "clear".
"Harus ada komitmen jangka panjang soal daging nasional," ujar Ismed.
Selama ini biaya penggemukan sapi di Indonesia lebih murah ketimbang di Australia, sebaliknya pembibitan lebih mahal di Indonesia.
Ismed menuturkan, lahan 1 juta hektar masih tergolong kecil, dibanding Brunai Darussalam yang sudah memiliki lahan peternakan 4 juta hektar, dan Malaysia seluas 2 juta hektar di Australia.
"Satu juta hektar lahan peternakan relatif kecil dibanding tingkat kebutuhan daging sapi Indonesia yang terus meningkat," ujar Ismed. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pembangunan sisi darat Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis Pasaman Barat segera dimulai
05 February 2026 20:08 WIB
Legislator minta Sumbar segera urus pembebasan lahan "fly over" Sitinjau Lauik
21 January 2026 4:13 WIB
Pembangunan Huntara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak Agam segera rampung (Video)
18 January 2026 13:18 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018