Rwanda Bantah Tuduhan Dukung Pemberontak Kongo
Rabu, 31 Juli 2013 13:49 WIB
Nairobi, (Antara/Reuters) - Rwanda, Selasa, membantah tuduhan-tuduhan Amerika Serikat bahwa pihaknya mendukung pemberontak M23 di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan mengatakan tuduhan itu tidak akan membantu perdamaian di kawasan itu.
Bantahan Rwanda itu datang saat PBB mengumumkan bahwa Brigade Intervensi barunya yang digelar akan mulai mengamankan satu zona sekitar kota Goma, DRC timur, yang akan melucuti senjata secara paksa orang yang ditemukan membawa senjata di sana.
Donor-donor Barat melarang beberapa bantuan kepada Rwanda tahun lalu setelah para pakar PBB mengatakan Kigali mendukung pemberontak di Kongo timur, satu daerah yang dilanda pertempuran sejak tahun 1990-an sebagian dipicu oleh pergolakan untuk menguasai deposit mineral di sana.
Dalam satu laporan bulan lalu, para pakar PBB mengatakan pemberontak M23 terus merekrut petempur d Rwanda dengan bantuan para perwira militer Rwanda, yang membuat Washington mengatakan pihaknya "sangat cemas" dan menyerukan Rwanda menghentkan dukungannya.
"Kebijakan seperti itu akan mendorong negara-negara di kawasan itu masuk dalam satu konflik yang bukan mereka lakukan, kami kira itu tidak berguna," kata Menteri Luar Negeri Rwanda Louise Mushikiwabo. "Tindakan itu tidak akan membantu DRC."
Kigali berulang-ulang membantah keras tuduhan bahwa pihaknya mendukung pemberontak M23.
Mushikiwabo mengemukakan hal itu di sela-sela pertemuan para menteri dari wilayah Great Lakes di ibu Kenya, Nairobi yang termasuk membicarakan tentang Kongo timur dan usaha-usaha regional untuk menengahi perdamaian antara kelompok pemberontak dan pemerintah Kinshasa.
Menteri Luar Negeri AS JohnKerry pekan lalu memimpin satu perdebatan di Dewan Keamanan PBB mengenai Great Lakes dan mendesak semua 11 negara Afrika menandatangani kesepakatan Februari yang ditengahi PBB untuk mengakhiri perangguna menghormati kedaulatan Kongo.
Bersamaan dengan prakarsa perdamaian itu, Uganda telah menjadi tuan rumah perundingan antara Kinshasa dan kelompok pemberontak M23.
Menlu Kenya Amina Mohamed mengemukakan kepada Reuters satu rancangan perjanjian telah diajukan kepada Kinshasa dan pemberontak, dan wakil-wakil dari kedua pihak diharapkan akan segera bertemu di ibu kota Uganda untuk membahasnya. Ia tidak merinci tanggal pertemuan itu.
Tetapi seorang anggota delegasi lain dalam pertemuan Nairobi itu mengatakan kedua pihak tetap tidak mencapai kata sepakat dan tidak banyak kemajuan dicapai dalam perundingan di Kampala.
Missi pemeliharaan perdamaian PBB untuk Kongo, Selasa mengumumkan pihaknya telah menetapkan satu zona keamanan di sekitar Goma dan kota terdekat Sake, yang sempat dikuasai M23 tahun lalu, untuk mencegah penduduk terperangkap dalam pertempuran baru.
Missi itu, yang dikenal dengan nama MONUSCO, mengatakan pasukannya akan melucti, jika perlu dengan paksa, siapapun selain dari para anggota pasukan keamsnan Kongo yang ditemukan membawa senjata di zona itu setelah periode 48 jam.
Satu peta dari zona yang diusulkan itu menunjukkan itu tidak akan mencakup daerah-daerah yang kini dikuasai M23.
"Ada banyak kelompok bersenjata di daerah ini. Kini brigade itu tidak dapat memberlakukan perdamaian dengan mendirikan zona kesmanan, ini adalah satu tahap pertama," kata Charles Bambara, juru bicara MONUSCO.
Operasi itu merupakan pertama bagi Brigade Intervensi yang memiliki 3.500 personil, yang ditugaskan melumpuhkan kelompok-kelompok bersenjata di perbatasan timur Kongo yang kacau.
Dewan Keamanan PBB menyetujui pembentukan brigade itu, yang beranggotakan dari Malawi, Tanzania dan Afrika Selatan setelah kegagalannya mencegah para petempur pemberontak M23 melumpuhkan pasukan pemerintah dan menduduki Goma dan Sake November lalu. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hansi Flick bantah isu perpecahan internal di Barcelona karena Lamine Yamal
18 October 2025 5:02 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018