Banda Aceh, (Antara) - Ketua Umum Palang Merah Indonesia M Jusuf Kalla mengunjungi lokasi gempa bumi di Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darusalam, untuk menyerahkan bantuan berupa 20.000 lembar seng serta dukungan pengadaan air bersih. "Sejak hari pertama, PMI telah berada di lokasi untuk melakukan proses tanggap darurat, tapi yang lebih penting adalah tahap rehabilitasi, karena biasanya yang lain sudah pergi," katanya saat menyerahkan bantuan di lokasi Kute Panang, Aceh Tengah, NAD, Senin. Kedatangan orang nomer satu di PMI itu disambut Wali Kota Nanggroe Aceh Darusalam Tengku Malik Mahmud, Gubernur NAD Abdulah Zaini, Bupati Aceh Tengah Nasarudin, dan Bupati Bener Meriah Ruslan Abdul Gani. Menurut mantan Wapres Jusuf Kalla itu, setiap bencana selain menimbulkan korban juga selalu memberikan hikmah tersendiri. "Kita harus sadar dan akrab dengan bencana," kata Jusuf Kalla yang berjasa mengupayakan perdamaian dengan GAM di Aceh itu. Gempa berkekuatan 6,2 skala Richter yang terjadi pada Selasa (2/7) itu menyebabkan 42 korban tewas yakni delapan korban tewas di Kabupaten Bener Meriah dan 34 korban tewas di Kabupaten Aceh Tengah. Tanggap darurat gempa Aceh Tengah dicabut melalui pernyataan Gubernur Aceh Zaini Abdulah pada Rabu (17/7), kemudian dilanjutkan dengan masa Transisi Darurat menuju Pemulihan selama 25 hari sejak 17 Juli hingga 10 Agustus 2013. "Pengertian status transisi darurat ke pemulihan adalah keadaan dimana penanganan darurat bersifat sementara, atau permanen berdasarkan kajian teknis dari instansi yang berwenang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Rabu (17/7). (*/sun)