Pertempuran Berkobar Antara Pasukan Kongo dan Pemberontak
Selasa, 23 Juli 2013 12:26 WIB
Goma, Republik Demokratik Kongo, (Antara/AFP) - Pertempuran baru berkobar di daerah timur Republik Demokratik Kongo selama beberapa jam Senin saat helikopter tentara menyerang posisi-posisi pemberontak M23 menembakkan mortir, kata kedua pihak.
Bentrokan senjata terbaru itu terjadi di kota yang dilanda konflik di Afrika tengah bagian timur empat hari yang relatif tenang, semakin merusak gencatan senjata sementara yang berlangsung sejak akhir Mei, ketika Sekjen PBB Ban Ki-moon mengunjungi daerah itu, sampai 14 Juli.
"Terjadi bentrokan senjata antara pasukan Kongo dan pemberontak M23," kata seorang perwira militer Republik Demokratik Kongo (DRC) yang tidak bersedia namanya disebutkan kepada AFP.
"Pemberontak M23 menembaki mortir-mortir dan kami menggunakan helikopter-helikopter untuk menyerang posisi-posisi musuh."
M23, satu kelompok yang dibentuk mantan tentara etnik Tutsi yang memberontak dari militer April 2012, mengonfirmasikan bentrokan-bentrokan itu dan mengatakan helikopter-helikopter militer menyerang kota-kota Kibati, persis utara kota rawan serangan Goma, dan Uvira, sekitar 300km di selatan.
Sejak pagi ini pemerintah secara reguler menggunakan helikopter-helikopter untuk membom posisi-posisi di Kibati dan Uvira, tetapi tidak berhasil," kata juru bicara M23 Vianney Kazarama kepada AFP.
Ia mengatakan bentrokan senjata itu berhenti Senin petang, sementara seorang perwira pemerintah mengemukakan kepada AFP pertempuran mereda.
Tidak ada segera laporan mengenai korban.
Tetapi pemerintah Kongo M23 membunuh, memerkosa dan menjarah di kota Kiwandja pada pekan lalu.
"Menurut berbagai sumber, unsur-unsur pemberontak M23 melakukan penyiksaan berat pada pekan lalu di Kiwandja, Provinsi Kivu Utara," kata juru bicara pemerintah Lambert Mende dalam satu pernyataan.
"Dalam aksi kekerasan itu 10 rumah dan 15 tempat bisnis dirampok,13 pemuda tewas, tujuh wanita diperkosa dan 13 orang cedera," tambahnya dan mengatakan tindakan-tindakan itu merupakan "kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan".
PBB dan beberapa kelompok hak asasi manusia menuduh M23 melakukan penyiksaan termasuk memerkosa dan membunuh pada waktu belakangan ini. Tentara Kongo juga dituduh melakukan perkosaan dan pembunuhan.
PBB mulai mengirim pasukan tempur pertamanya ke DRC timur untuk memerangi M23 dan kelompok-kelompok bersenjata lainnya. Sekitar dua pertiga dari pasukan baru yang berjumlah 3.000 personil ditempatkan di negara itu dan PBB pekan lalu mengatakan pihaknya siap mengirim mereka ke medan tempur.
Goma yang diduduki M23, ibu kota Provinsi Kivu Utara selama 10hari November tahun lalu sebelum mundur dari kota itu atas desakan internasional. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Akibat konsleting listrik, api berkobar dan menjalar hingga tiga unit rumah ludes terbakar di Dharmasraya
04 May 2021 16:33 WIB, 2021
Lima Lagi Pekerja Bantuan Tewas Saat Pertempuran Sudan Selatan Berkobar
06 August 2014 11:18 WIB, 2014
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018