Lembaga PBB Minta Akses Kemanusiaan ke Pengungsi DRC
Sabtu, 20 Juli 2013 8:17 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Beberapa lembaga PBB pada Jumat (19/7) menyeru semua kelompok bersenjata agar memberi akses kemanusiaan yang aman ke orang yang menyelamatkan diri dari pertempuran baru di Republik Demokratik Kongo (DRC), kata seorang juru bicara PBB.
"Direktur Pelaksana Program Pangan Dunia (WFP) Ertharin Cousin telah menyeru semua kelompok bersenjata agar menjamin bahwa semua lembaga keamanan bisa secara aman membantu semua orang yang memerlukan, di mana pun mereka berada di negeri itu," kata Juru Bicara PBB Martin Nesirky kepada wartawan.
Babak baru pertempuran antara pasukan pemerintah dan anggota M23 pada Ahad (14/7) di sekitar Kota Kecil Kanyaruchinya, sekitar 15 kilometer dari Goma, Ibu Kota Provinsi Kivu Utara, telah berhenti, kata Misi Stabilisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO).
Misi tersebut mengatakan di dalam satu laporan situasi tetap tenang tapi tegang di sekitar Goma.
Dalam taklimat harian, Nesirky mengatakan Cousin mengunjungi DRC pekan ini dan menggaris-bawahi semua lembaga kemanusiaan PBB serta mitra mereka dari organisasi non-pemerintah "hanya memiliki satu sasaran, yaitu menyediakan bantuan penyelamat nyawa buat orang yang memerlukan".
Masyarakat Palang Merah Uganda memperkirakan lebih dari 66.000 orang telah menyelamatkan diri dari pertempuran pekan lalu di Provinsi Kivu Utara, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Lebih dari 100 orang telah tewas akibat peristiwa itu.
Menurut Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR), banyak orang memilih untuk tetap berada di dekat perbatasan sehingga akan mudah bagi mereka untuk memeriksa tanaman dan rumah mereka selama siang hari.
Di perbukitan, mereka kekurangan akses ke air, tempat berlindung yang layak, keamanan dan pangan yang mencukupi dan lembaga PBB juga kesulitan untuk menjangkau mereka, kata UNHCR.
Ketegangan di wilayah tersebut telah meningkat belum lama ini, saat M23 secara terbuka menentang penggelaran brigade campur tangan di dalam MONUSCO dan menghentikan apa yang disebut pembicaraan perdamaian Kampala dengan Pemerintah DRC. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018