Pasukan Ethiopia Mulai Ditarik dari Kota Penting Somalia
Jumat, 19 Juli 2013 15:00 WIB
Addis Ababa, (Antara/AFP) - Pasukan Ethiopia yang memasuki Somalia November 2011 untuk membantu memerangi gerilyawan Shebab mulai ditarik dari kota penting Baidoa, kata kementerian luar negeri, Kamis.
"Pasukan Ethiopia ditarik dari Baidoa dan AMISOM akan mengambil alih tanggung jawab keamanan," kata juru bicara kementerian luar negeri Dina Mufti kepada AFP, mengacu pada Pasukan Uni Afrika di Somalia.
Ethiopia selama beberapa bulan mengatakan mereka berencana akan menyerahkan pengawasan atas kota itu kepada AMISOM, yang pasukannya berkekuatan 17.700 personil itu membantu pemerintah pusat Mogadishu yang lemah.
Pasukan Ethiopia merebut Baidoa dari kelompok garis keras itu tahun lalu, dan pasukan Uni Afrika kemudian bergabung dengan mereka.
"Ada satu rencana tegas bagi pasukan Ethiopia untuk mundur secara bertahap dari seluruh operasi tahun ini dengan alasan Shebab tidak akan datang kembali dan menguasai negara itu. Ini memerlukan strategi dan koordinasi untuk menjamin transisi berjalan mulus," kata Dina.
Pada pertengahan Maret, Ethiopia mulai menarik pasukannya dari kota Hudur di selatan, tanpa peringatan, yang menyebabkan Shebab segera menguasai kembali kota itu, keberhasilan militer riil pertama mereka sejak diusir dari Mogadishu Agustus 2011.
Penarikan yang mendadak dan tanpa penjelasan dari Hudur memicu kekhawatiran bawa penarikan pasukan Egthiopia akan menyebabkan satu kekosongan keamanan dan kemungkinan Shebab akan kembali.
Juga ada keraguan bahwa AMISOM akan mengambil alih peran penting yang dilakukan Ethiopia.
Satu kontingen pasukan Kenya yang memasuki Somalia Oktober 2011 sejak bergabung dalam AMISOM, tetapi pasukan Ethiopia-- yang diperkirakan berjumlah antara 3.000 dan 8.000 personil -- tetap indepeden, dengan Addis Ababa menetapkan rancangan undang-undang itu.
Kendatipun kini terjadi perpecahan di kalangan Shebab -- termasuk pembunuhan para pemimpin penting mereka dalam satu konflik berdarah -- para pengamat memperingatkan kelompok garis keras itu tetap kuat.
Shebab kehilangan sejumlah kota yang direbut pasukan Uni Afrika, yang berperang membantu tentara pemerintah.
Akan tetapi,pangkalan-pangkalan penting Shebab tetap ada termasuk di daerah selatan dan tengah Somalia. sementara faksi lain menguasai daerah pegunungan terpencil di utara, daerah semi-otonom Puntland.
Bulan lalu komando-komando bunuh diri Shebab melakukan serangan berani pada siang hari terhadap satu kompleks PBB yang dijaga ketat, sementara sejumlah serangan bom oleh kelompok itu sepekan lalu menewaskan lima orang di ibu kota itu.
Somalia dilanda konflik sejak tahun 1991 tetapi satu pemerintah baru dukungan PBB berkuasa tahun lalu, mengakhiri delapan tahun pemerintah transisi yang dikuasai pemerintah yang korup. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jumlah korban tewas akibat protes kematian penyanyi di Ethiopia jadi 156
06 July 2020 7:10 WIB, 2020
Pelari Ethiopia Muktar Edris pertahankan gelar juara dunia 5.000m putra
01 October 2019 6:24 WIB, 2019
Boeing janjikan 100 juta dolar bagi keluarga korban pesawat 737 Max di Indonesia dan Ethiopia
04 July 2019 6:02 WIB, 2019
Direktur Amani Africa sarankan Ethiopia belajar dari demokrasi Indonesia
06 April 2019 8:45 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018