DK PBB Prihatin dengan Kekerasan di Sahel
Rabu, 17 Juli 2013 10:41 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Dewan Keamanan (DK) PBB, Selasa (16/7), kembali menyampaikan keprihatinannya mengenai kegiatan dan kekerasan terhadap warga sipil di Wilayah Sahel dan menyeru negara terkait agar menjamin kestabilan serta pembangunan di wilayah Afrika Barat tersebut.
"Dewan Keamanan tetap sangat prihatin dengan kegiatan di Wilayah Sahel oleh berbagai organisasi ..., termasuk Al Qaida di Maghribi Islam dan Gerakan bagi Persatuan dan Jihad di Afrika Barat serta kembali menyampaikan pengutukan atas serangan ... baru-baru ini," kata badan 15-anggota trsebut di dalam satu pernyataan.
Dewan itu juga menyampaikan keprihatinan mengenai konflik bersenjata, penyebaran senjata, penyelundupan narkotika dan kejahatan lain yang terorganisir di wilayah tersebut serta kaitannya dengan aksi teror.
Dewan tersebut menyeru negara di Wilayah Sahel, Afrika Barat dan Maghribi agar mengembangkan strategis efektif untuk memerangi aksi teror dan kejahatan terorganisir serta mencegah penyebaran senjata, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang. Sementara itu, DK juga menekankan pentingnya berbagai informasi dan kerja sama antara PBB, Forum Kontra-Teror Global, Uni Afrika dan organisasi lain.
Di dalam pernyataan itu, Dewan tersebut mengatakan DK mengakui bhawa diperkokohnya lembaga nasional, ekonomi dan pembangunan sosial, dihormatinya hak asasi manusia dan peraturan perlu dilakukan guna menjamin kestabilan serta pembangunan di Wilayah Sahel. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018