Brussels, (Antara/AFP) - Pejabat tinggi Uni Eropa Catherine Ashton akan berangkat ke Mesir pada Rabu untuk mendesak para pemimpin kembali ke jalan demokrasi "sesegera mungkin". Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE) itu akan melakukan pertemuan dengan para pemimpin pemerintahan sementara dan kekuatan-kekuatan politik lain serta masyarakat madani untuk "menggarisbawahi bahwa Mesir perlu secepat mungkin kembali ke peralihan demokratis," ujar Ashton dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari Selasa. "Saya akan berangkat ke Mesir untuk menekankan kembali pesan kita bahwa harus ada proses politik yang benar-benar melibatkan semua pihak, merangkul semua kelompok yang mendukung demokrasi," kata Ashton. "UE bertekad akan membantu rakyat Mesir dalam perjalanan mereka menuju masa depan yang lebih baik yang diisi dengan kebebasan sesungguhnya dan pertumbuhan ekonomi." Pengumuman mengejutkan itu muncul beberapa jam setelah berlangsungnya pengambilan sumpah terhadap pemerintahan sementara pertama di Mesir sejak pihak militer menggulingkan presiden Mohammad Moursi dua pekan lalu. Pencopotan Presiden Moursi dilakukan oleh militer Mesir setelah terjadinya bentrokan mematikan antara pasukan keamanan dan para pendukung Moursi, presiden Islamis yang digulingkan. Kelompok gerakan berpengaruh Mesir, Persaudaraan Muslim, langsung menolak mengakui keabsahan kabinet beranggotakan 35 pejabat itu. (*/sun)