Taliban Desak Obama Tarik Pasukan Sekarang
Kamis, 8 November 2012 7:10 WIB
Kabul, (ANTARA/AFP) - Gerilyawan Taliban pada Rabu memberitahu presiden terpilih kembali Barack Obama mengakui bahwa Amerika Serikat kalah perang di Afghanistan dan menarik pasukannya keluar sekarang.
"Obama harus tahu sekarang bahwa mereka kalah dalam perang di Afghanistan," kata juru bicara Zabiullah Mujahid dalam pernyataan disiarkan laman kelompok keras itu.
"Jadi, tanpa bohong dan penundaan lebih lanjut, mereka harus meninggalkan tanah suci kami dan memusatkan perhatian pada negara mereka sebagai gantinya," katanya.
Dengan menuduh Amerika Serikat melakukan kejahatan perang, ia menambahkan, "Pemerintah Amerika harus berhenti bertindak seperti polisi di dunia dan memusatkan perhatian pada pemecahan masalah mereka. Jangan membuat dunia lebih membenci Amerika Serikat."
Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996 hingga 2001, yang digulingkan serbuan pimpinan Amerika Serikat akibat menyembunyikan pemimpin Alqaida Osama bin Laden setelah serangan 11 September.
Mereka sejak itu melancarkan perlawanan berdarah terhadap pemerintah Presiden Hamid Karzai, yang didukung lebih dari 100.000 tentara persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO, sebagian besar orang Amerika Serikat.
Seluruh pasukan tempur NATO dijadwalkan mundur pada akhir 2014 dan menyerahkan tangan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Afghanistan.
Sejumlah 3.221 tentara NATO tewas dalam perang itu, 2.150 dari mereka orang Amerika Serikat. Sebagian besar kematian terjadi dalam lima tahun belakangan saat serangan Taliban meningkat, kata laman mandiri pelacak korban perang Irak dan Afghanistan icasualties.com.
Pada tahun ini, angka resmi menunjukkan bahwa kematian di antara pasukan keamanan Afghanistan tercatat lima kali lebih tinggi daripada NATO, saat Afghanistan mengambil peningkatan tanggung jawab sebelum penarikan tentara Barat.
Amerika Serikat dan NATO menyatakan pasukan Afghanistan akan mampu mengambil alih perang melawan Taliban setelah 2014, namun banyak pengulas memperkirakan terjadi perang saudara baru berdarah di antara banyak unsur.
Pemerintah Afghanistan akan runtuh dan gerilyawan Taliban kemungkinan merebut kembali kekuasaan setelah Amerika Serikat dan NATO menarik pasukan mereka pada 2014, kata sarjana terhormat antarbangsa memperkirakan.
Penarikan pasukan asing dalam beberapa hal memperburuk negara itu daripada sebelum serbuan pimpinan Amerika Serikat menggulingkan Taliban pada hampir 11 tahun lalu, kata pakar Afghanistan Gilles Dorronsoro dari Carnegie Endowment for International Peace. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zigo Rolanda desak perbaikan, Dermaga Muaro Padang masuk proses tender Rp10 Miliar
25 August 2025 14:26 WIB
Pemkab Padang Pariaman desak PDAM bertransformasi tingkatkan pelayanan dan PAD
21 June 2025 15:05 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018