Pemuda Ikhwanul Muslimin Mesir Bentuk Kelompok Baru
Kamis, 11 Juli 2013 12:25 WIB
Kairo, (Antara/Xinhua-OANA) - Sebagian anggota muda Ikhwanul Muslimin belum lama ini telah membentuk satu gerakan, yang diberi nama "Ikhwanul Muslimin tanpa Kekerasan" dan mencela kekerasan serta menyerukan penarikan kepercayaan dari pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohamed Badie.
Di dalam wawancara eksklusif dengan Xinhua pada Rabu (10/7), Koordinator gerakan tersebut Ahmed Yahya mengatakan gagasan pembentukan gerakan itu muncul setelah presiden terguling Mohamed Moursi mengeluarkan pernyataan terakhirnya --yang ditayangkan televisi. Selama pidato tersebut, Moursi mengatakan ia menolak setiap kompromi dan mengulangi ia akan mengorbankan darah dan nyawanya sebagai "harga bagi keabsahan".
"Sikap ini membuat kelompok Ikhwanul Muslimin berada di ambang kehancuran, sehingga kami menolak ikut dalam demonstrasi dan aksi-duduk pro-Moursi," kata Yahya.
Pada Senin pagi (8/7), sebanyak 50 orang tewas dan ratusan orang lagi cedera dalam bentrokan mematikan antara pasukan keamanan dan pemrotes pro-Moursi di luar Rumah Pengawal Republik di Ibu Kota Mesir, Kairo, tempat Moursi diduga ditahan.
Tragedi itu terjadi dua hari setelah pembimbing umum kelompok tersebut Badie menyampaikan pidato berapi-api di hadapan massa yang marah di Bundaran Rabiah Al-Adawiyah di Kairo. Ia berikrar akan berkorban buat kembalinya Moursi dan mencela tindakan militer itu sebagai kudeta.
"Setelah peristiwa berdarah, kami memutuskan untuk secara resmi mendirikan gerakan kami. Kami menuntut pengunduran diri Badie atau pencabutan kepercayaan buat dia setelah pidatonya yang menghasut dan tak peduli dengan pemeliharaan darah orang Mesir," kata Yahya. Ia menyatakan gerakan itu baru saja didirikan dua hari sebelumnya.
"Gerakan ini makin terkenal," kata Yahya kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis siang. "Ada 500 anggota muda Ikhwanul Muslimin dan kami saling berkomunikasi."
"Kebanyakan anggota muda Ikhwanul Muslimin menderita kondisi yang sama. Para pemimpin senior mendorong mereka ke arah protes dan bentrokan sementara mereka tampil di TV dan menduduki jabatan tinggi," tambah Yahya.
Lelaki tersebut mengatakan anggota gerakan itu sejauh "bukan pembangkang" dari kelompok Ikhwanul Muslimin. Ia mengatakan jika Badie tidak mundur dan memberi kesempatan kepada kelompok pembaharuan, "kami akan mengumumkan pemisahan diri kami dari Ikhwanul Muslimin dan kami akan bertindak dengan cara kami sendiri sebagai mitra di negeri ini."
"Kami untuk sementara mencabut janji kami untuk memperlihatkan 'kepatuhan buta' kepada pemimpin kelompok dan kami menyerukan kepemimpin baru pembaharuan untuk mengurus kelompok itu dan menyelamatkannya dari kemerosotan popularitas," kata Yahya.
Ia menyatakan gerakannya mencari perubahan positif bagi citra Ikhwanul Muslimin, yang baru-baru ini telah kehilangan banyak pendukung.
Pemuda itu mengatakan kelemahan utama Ikhwanul Muslimin ialah "kebijakan pengasingan dirinya". (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Safari Subuh di Masjid Ikhwanul Muslimin, Hendri Septa : Kita Jaga dan Bekali Generasi Muda!
07 April 2024 19:47 WIB, 2024
Mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi meninggal setelah pingsan di pengadilan Kairo
18 June 2019 7:15 WIB, 2019
Pengadilan Mesir Rekomendasikan Hukuman Mati Bagi 683 Pendukung Ikhwanul Muslimin
28 April 2014 16:12 WIB, 2014
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018